Refleksi 25 Tahun YPI Raudhatul Jannah


Selasa, 10 Februari 2015 - 19:31:00 WIB
Refleksi 25 Tahun YPI Raudhatul Jannah

Pada waktu itu, otoritarian kekuasaan orde baru di­pan­dang telah memandulkan alam Minangkabau dalam mela­hirkan putera-puteri terbaik  sebagai pemimpin bangsa dan agama. Padahal di awal perjua­ngan kemerdekaan, hampir separoh pemimpin bangsa ter­se­but berasal dari etnis Mi­nangkabau. Namun, di era Orde Baru peran orang Minang­kabau berbalik menjadi tidak do­minan.

Baca Juga : Vaksinasi Adalah Upaya Serius Pemerintah Mengatasi Pandemi Covid-19

Di kalangan internal umat Islam sendiri terjadi pula ke­munduran beragama; Islam dan ilmu mestinya tak ter­pisahkan pengetahuan sudah melebar, keduanya mestinya tak terpisahkan, namun diko­tomi Islam dan ilmu penge­tahuan sudah sedemikian mele­bar bahkan seakan-akan kedua dunia itu tidak bersentuhan sama sekali.

Perlu cara pandang baru agar umat Islam menyadari bahwa Islamlah yang mem­berikan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya ilmu pe­nge­tahuan. Islam, di samping sebagai agama, juga menjadi panduan dan falsafah hidup sekaligus juga sebagai sumber ilmu pengetahuan itu sendiri.  Wujud konkritnya bagaimana nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan itu bersatu padu (integrated) melalui sebuah sistem pendidikan baik pada sekolah formal dan pendidikan non-formal.

Baca Juga : Terkait Kasus Natalius Pigai, Komnas HAM Apresiasi Langkah Cepat Polri

Harapan baru itu dica­nang­kan oleh tokoh dan ilmuan Islam dengan mendeklarasikan abad ke-15 sebagai abad ke­bang­­kitan umat Islam.  Potensi ummat yang semakin hari semakin menguat dan juga di dukungan oleh teori-teori futu­rolog. Atas dasar teori-teori itu para orientalis barat menya­dari, secara geopolitik keba­ng­kitan kembali Islam akan nyata adanya dengan syarat yang lebih memungkinkan dari Asia Tenggara dan Indonesia menja­di faktor potensial dengan pemeluk Islam mencapai 85% lebih dari total 240 juta-an penduduknya.

Pendiri YPI Raudhatul Jannah mencoba mener­jemah­kan semangat kebangkitan Islam itu dengan memulai upaya-upaya konkrit dari ruang lingkup yang lebih kecil dan dengan keikhlasan niat serta didorong oleh keyakinan akan datangnya pertolongan Allah SWT, maka pada bulan Feruari 1990, dilahirkanlah YPI Rau­dhatul Jannah dengan akta pendirian pada Pengadilan Negeri Payakumbuh No. 01/1990.

Baca Juga : Punya Rekam Jejak yang Bagus, Presiden Minta Dewas LPI Dipercaya dari Dalam dan Luar Negeri

Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah didirikan tanggal 10 Februari 1990 de­ngan Akta Pendirian Nomor O1/1990. Menyesuaikan de­ngan undang-undang yayasan, maka pada tahun 2015 dibuat­lah Akta Notaris YPI-RJ de­ngan nomor 106 tahun 2005 dan telah terdaftar secara sah dengan Surat Keputusan Men­teri Hukum dan HAM Re­publik Indonesia Nomor : C-2160.HT.01.02.TH.2007 dan Nomor  NPWP : 1.520.273.2-202 Beralamat di Jln. H.Rasul No.94 Koto Baru Balai Janggo, Kecamatan Payakumbuh Uta­ra, Kota Payakumbuh.

Maksud pendirian Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah adalah untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia dan potensi umat islam untuk mewujudkan bangs­a yang adil dan sejahtera – bahagia dunia akhirat” de­ngan tujuan untuk mengelola lembaga pendidikan secara professional untuk mencapai keunggulan dalam penguasaan ilmu penge­tahuan dan kemu­liaan akhlak, membangkitkan harga diri lem­baga pendidikan islam , dan menghimpun dan mengelola potensi umat islam untuk kese­jahteraan ummat dan bangsa.

Baca Juga : Diresmikan Presiden, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang Tingkatkan Daya Saing Daerah

Pertumbuhan dan Perkembangan

Merealisasikan di alam nyata konsep dasar pendirian YPI Raudhatul Jannah, khu­susnya di bidang pendidikan, Seiring dengan pendirian ya­yasan pada tahun 1990 itu, juga didirikan TK Islam Raudhatul Jannah. Lembaga pendidikan nonformal ini-lah yang me­n­jadi cikal bakal sekolah-se­kolah yang berada di bawah naungan YPI Raudhatul Jan­nah saat ini. Di tahun pertama berdirinya TK Islam Rau­dhatul Jannah memiliki 2 rombongan belajar dengan murid sebanyak 34 orang , diasuh oleh 4 orang guru di­pim­pin oleh Ibu Masharlen. Berkenaan dengan ruang bela­jar,  awalnya dengan mema­n­faatkan gedung MDA milik Mesjid Baitussalam Kelurahan Koto Baru Kecamatan Paya­kum­buh Utara Kota Paya­kumbuh.

Adalah sebuah semenval van momenten, pemilihan Thamrin Manan, SH selaku ketua pengurus Masjid Bai­tussalam dengan kelahiran YPI Raudhatul Jannah di satu pihak dengan dibenahinya strategi dakwah pada masjid itu di lain pihak. Melanjutkan cita-cita pendirian YPI Raudhatul Jannah dan dengan melihat antusiasme orangtua murid yang baru menamatkan Taman Kanak-kanak Islam Raudhatul Jannah, pada tahun 1991 didi­rikanlah SD Islam Raudhatul Jannah dengan jumlah murid perdana sebanyak 20 orang.

Seiring dengan itu,  mema­suki tahun kedua, ketertarikan masyarakat Kota Payakumbuh terhadap TK Islam Raudhatul Jannah meningkat tajam se­hing­ga jumlah murid melonjak hingga mencapai 110 orang. Dan terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Hing­g­a kini, setiap tahunnya, TK Islam Raudhatul Jannah me­namatkan 200 orang murid.  Sukses yang diraih oleh TK Islam Raudhatul Jannah mem­­berikan energi positif bagi penyelenggaraan satuan pen­didikan yang lebih tinggi (SD) sehingga, dalam satu kali sik­lus (6) tahun SD Islam Rau­dhatul Jannah mampu meraih juara 1 rata-rata Nilai EB­TANAS Murni (NEM) Ting­kat Kota Payakumbuh dan selama 4 tahun berturut-tururt posisi tersebut dapat diper­tahankan, bahkan 1 tahun dapat meraih peringkat 2 NEM Tingkat Propinsi Sumatera Barat. Hingga akhirnya peme­rintah mengubah EBTANAS menjadi Ujian Nasional (UN).

Tidak hanya sukses meraih prestasi pada bidang akademik di dalam (EBTANAS/UN), siswa SD Islam Raudhatul Jannah menorahkan prestasi dengan mewakili Propinsi Sumatera Barat pada berbagai even/lomba tingkat Nasional. Prestasi seperti demikian ini­lah yang coba dimantapkan terus-menerus agar dapat me­lahirkan sebuah sistem unggul berkelanjutan.

Integrated learning Model (ILM) yang dikembangkan di YPI Raudhatul Jannah ter­bukti mengangkat prestasi siswa dan guru sehingga me­nim­bulkan kembali keper­cayaan masyarakat terhadap sekolah Islam. Masyarakat perlahan-lahan membuang stigma negatif (sekolah kelas dua, “kere”, tidak disiplin, tidak bermutu, kalah bersaing, dsb) terhadap lembaga pen­didikan Islam. Mereka kem­bali menyadari bahwa sekolah Islam pernah memiliki zaman keemasan, penyumbang ter­besar bagi bangsa dan republik ini (Indonesia); baik di bidang ilmu pengetahuan, sosial po­litik, budaya, maupun di bi­dang agama. Kembalinya ke­sadaran dan kepercayaan k­o­lektif masyarakat menjadi momentum untuk mem­per­siapkan diri dan mengambil bagian dalam upaya mewu­judkan abad Kebangkitan Is­lam tersebut di dalam era globalisasi yang sangat ketat persaingannya.

Memasuki usia ke-24 ta­hun (1991-2015), SD Islam Rau­dhatul Jannah telah me­miliki siswa sebanyak 1.112 orang, 76 guru dan pegawai, dan 35 rombongan belajar terbesar di Provinsi Sumatera Barat. Tidak saja besar secara kuantitas, namun besar karena prestasi yang diukir oleh siswa, guru, dan kepala sekolahnya.

Dengan pengalaman me­nye­lenggarakan pendidikan taman kanak-kanak dan se­kolah dasar serta desakan orang­tua alumni SD dan men­cermati kebutuhan masya­rakat, maka pada tahun pela­jaran 2002/2003, YPI Rau­dhatul Jannah men­dirikan SLTP Is­lam Raudhatul Jannah dengan ciri dan nuansa keis­laman yang sudah diren­ca­nakan secara matang, yang mu­dah-mudahan mampu me­lahirkan bibit-bibit intelektual muslim yang ber­bobot.

Kehadiran SMP Islam Rau­dhatul Jannah juga men­dapat tempat di hati ma­sya­rakat Payakumbuh dan 50 Kota. Masyarakat antusias menyekolahkan putra-putri mereka pada sekolah yang baru berdiri ini. Pada tahun pertama terdaftar sebanyak 73 orang siswa. Pada mulanya proses pembelajaran dilaksanakan di gedung milik Yayasan Training College Payakumbuh Jalan Arisun 51 Kelurahan Labuah Baru Kota Payakumbuh.

Di bawah kepemimpinan Drs Dalius, SMP Islam Rau­dhatul Jannah dapat berjalan dengan baik sehingga berbagai prestasipun ditorehkan baik oleh siswa maupun para guru di bidang akademik maupun dibidang nonakademik. Na­mun, yang lebih penting dari itu, SMP Islam Raudhatul Jannah mampu menjawab keri­sauan orangtua tua siswa dan masyarakat tentang deka­densi moral, erosi iman, kema­lasan beribadah, dan semangat dan wawasan keislaman.

Tahun pelajaran 2004/20­05, SMP Islam Raudhatul Jan­nah menempati gedung milik sendiri, berdiri di atas tanah wakaf Bapak HM. Nur Nawi, yang sebelumya dikenal de­ngan “Kuburan Belanda”. Ge­dung sekolah dibangun dengan dana yayasan, bantuan pe­merintah pusat yang disam­paikan oleh Bapak dr. Fasli Djalal, Ph.D yang waktu itu menjabat se­bagai Dirjen Pe­n­di­dikan Luar Sekolah di ke­me­ndiknas RI, dan donasi dari masyarakat lokal dan perantau.

Pada tahun 2007, YPI rau­dhatul Jannah mendirikan SMA islam Boarding School Raudhatul Jannah beralamat di Jl. Prof Hamka Kelurahan Kaning Bukik Koto Nan Ga­dang Kota Payakumbuh. Di usinya yang sangat muda, se­kolah menengah atas telah mampu membuktikan kua­litasnya dengan setumpuk pres­tasi yang ditorehkan oleh sis­wa, guru dan kepala sekolah. Alum­ninya pun sudah tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di nusantara seperti, UGM, ITB, ITS, Undip, Un­pad, Unand, UIN, UNP, STAIN, Unsyah, Unsri, Unri, USU, Unimed, dan lainnya. (Bersambung)

 

ULTRA
(Ketua YPI Raudhatul Jannah)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]