Hingga Malam, Jakarta Masih Dikepung Banjir


Selasa, 10 Februari 2015 - 19:40:16 WIB

Berdasarkan data sementara dari Pus­dalops BPBD DKI Jakarta, total daerah yang terendam banjir mencakup 307 RW, 97 kelurahan, dan 33 kecamatan. Sebanyak 4.830 kepala keluarga (kk) atau 15.517 jiwa terdampak banjir. “Dari jumlah keseluruhan tersebar di Jakarta Barat meliputi 108 RW, 23 kelurahan, 8 kecamatan dengan pen­duduk terdampak 2.738 KK (8.237 jiwa). Pengungsi ada 1.668 jiwa di dua titik pengungsian. Di Jakarta Pusat, wilayah yang terendam banjir 11 RW, 8 kelurahan, dan 6 kecamatan. Tidak ada pengungsi,” beber Sutopo.

Di Jakarta Selatan wilayah yang terdampak banjir mencakup 38 RW, 21 kelurahan, 7 kecamatan dengan penduduk terdampak 2.092 KK (7.280 jiwa). Sedangkan di Jakarta Timur ada 60 RW, 27 kelurahan, 7 kecamatan dengan pengungsi 1.800 jiwa di 6 titik pengungsian.

Di Jakarta Utara wilayah yang terendam banjir 89 RW, 18 kelu­rahan, 5 kecamatan dengan pengung­si 2.518 jiwa di 6 titik. “BNPB telah mendirikan 28 posko taktis di Jakarta dan sekitarnya dengan per­sonel dari BNPB, SRC PB, Senkom Mitra Polri, dan Men­wa. Posko diperkuat dengan logistik dan sejak kemarin telah melakukan evakuasi, distribusi bantuan dan lainnya. Saat ini Kali Karet dan Angke Hulu masih Siaga satu. Sedangkan Sungai Ciliwung di pintu air Manggarai, Pesanggrahan, Pulo Gadung, dan Pasar Ikan masih status Siaga tiga,” tukasnya.

Hingga malam  tadi , sejumlah jalan di Jakarta masih digenangi air. pantauan Metrotvnews.com di lapa­ngan Meruya Selatan Jakarta Barat, masih tergenang sekitar 40 cm. Pengendara roda dua yang nekat melintasi genangan tersebut harus menanggung resiko mati mesin atau mogok.

Selain itu, genangan air juga terpantau dari arah Joglo ke Meruya atau sebaliknya bahkan jalan sempat ditutup siang tadi oleh kepolisian.

Banjir Mall

Direktur Observer Indonesia dan  pemerhati  lingkungan Aldrin Situ­meang  menegaskan, banjir besar  yang kini melanda Jakarta, tidak akan selesai jika  hanya diratapi dan  diatasi dengan  cuma  sibuk  mem­bully  Gubernur DKI bahkan Presi­den  RI. “Banjir di Jakarta menurut saya efek dari kurang perhatiannya pemimpin atau Gubernur lebih dari  10 tahun sebelumnya terhadap lingkungan. Terlalu banyak Mall di bangun tanpa melihat dreinase atau saluran pem­buang dan penyerapan air hujan,”  tegas Aldrin.

Pengamat lingkungan  dan tata kota  alumni Jerman ini  menya­takan,  banyak hal yang mendesak  dilakukanh supaya Jakarta dapat terbebas dari banjir. “Pertama, menata kembali pembangunan  dengan merehabilitasi  seluruh saluran air  secara profesional,”  kata  Aldrin.

Kemudian, memperluas ruang terbuka  hijau dengan melakukan penghijau  secara  bersungguh-sungguh termasuk dalam mera­watnya. “Perlu dibuat lebih banyak taman  kota, kebun dan hutan kota. Disamping  menjaring polusi, ka­wasan hijau  ini akan  menjadi  kawasan resapan  alami  yang bisa  mencegah  banjir,”  pungkasnya. (h/dnd)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM