Petani Serai Wangi “Gigit Jari”


Kamis, 12 Februari 2015 - 19:30:18 WIB
Petani Serai Wangi “Gigit Jari”

Alat suling yang dimiliki kebun percobaan rempah-rempah itu kurang sempurna dan sering rusak, bahkan 1 bulan lalu alat suling itu ngang­gur karena terjadi kerusakan pada ketel dan tangki, pada hal petani sudah membawa serai yang dipanen untuk diolah. Selain terjadinya persoalan pada alat suling juga terjadi kehilangan hasil.

Biasanya pada awal panen perdana setahun lalu, dengan kapasitas 1 ton berhasil mem­peroleh minyak mentah 8 kg, namun setelah berselang bebe­rapa kali suling, hasil produksi minyak dengan bahan baku yang sama bahkan lebih dipe­ro­leh 4-5 ton, tidak tahu ke­mana mengirapnya minyak serai wangi itu. “Yang nama­nya kita menumpang untuk melakukan penyulingan tidak bisa berbuat banyak, terpaksa menerima berapa yang diha­silkan, jika hasil produksi 4-5 kg terus-menerus jelas sangat meru­gikan petani, cost pro­duksi yang dikeluarkan petani Rp 300.000/ kali suling, harga minyak Rp 150.000/kg. Kalau hanya 5 kg saja, berarti petani hanya mengantongi uang Rp 750.000, dikeluarkan biaya penyulingan Rp 300.000 an, pendapatan hanya Rp 450.000, belum lagi biaya transportasi,” katanya.

Untuk mengangkat penda­patan petani serai wangi, Pem­da Kota Solok sudah saatnya membangun alat suling mela­lui APBD Kota Solok, biaya pembangunan hanya Rp 300.­000 dengan kapasitas 1 ton. Masalah pembangunan alat suling itu sudah diajukan ke Pemda Kota Solok melalui Dinas Koperasi perindustrian perdagangan, namun kurang dapat respon. Padahal jika Dinas Kope­rindag itu tang­gap, banyak keuntungan yang dipe­roleh petani, diantaranya cost pro­duk­si bisa ditekan, kemu­dian penyulingan bisa kapan saja karena milik Pem­da Kota Solok. Luas areal penana­man saja, kata Januar­din, 17 hektar di Kota Solok, belum lagi daerah lain yang hendak melakukan penyu­lingan. (h/alf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]