Sumbar Perlintasan Imigran Gelap


Kamis, 12 Februari 2015 - 20:04:18 WIB
Sumbar Perlintasan Imigran Gelap

Belum diketahui secara pasti bagaimana mereka bisa ada di Padang. Pihak kepo­lisian sendiri hingga berita ini diturunkan belum bisa merilis bagaimana mereka bisa melintasi Sumbar dan berada di Padang.

“Saya sudah minta kepada Kapolres (Pessel) untuk me­ngem­bangkannya, termasuk bagaimana mereka bisa bera­da di Padang sebelum tertang­kap di Pessel,”kata Kapolda Sumbar Brigjen Bambang Sri Herwanto yang dihubungi Haluan melalui telepon geng­gamnya, Kamis (12/2) malam.

Hanya saja, dalam pre­diksinya, Bambang mem­per­kirakan para imigran tersebut bisa lolos ke Padang dengan memanfaatkan jalur darat dari provinsi tetangga. Namun, alumnus Akpol 1984 itu tak mengurai, provinsi tetangga yang dimaksud. Kemungkinan lain, katanya, adalah jalur laut.

“Pastinya kedua jalur itu jadi pintu masuk mereka (imi­gran gelap) ke Padang untuk meneruskan perjalanan. Tapi kalau jalur laut-pun kecil ke­mung­kinan karena di Beng­kulu-pun mereka tertangkap hendak menanti kapal yang akan membawa mereka ke Australia. Jika memang sudah ada di laut, percuma rasanya mereka ke darat dulu untuk melanjutkan perjalanannya ke laut lagi lewat Bengkulu,” sebut mantan Kapolres Pu­r­wakarta ini.

Dari informasi yang ia terima dari jajarannya, pada imigran ini kini sudah berada kembali di Padang dan ada di bawah pengawasan pihak imigrasi.

Sementara itu, Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetyo mengata­kan pihaknya mengamankan 24 orang imigran asal Myanmar dan Bangladesh dan 2 awak kapal. Sementara, 21 orang lainnya masih dalam pengejaran pihaknya.

Kepada wartawan Kamis (12/2), Toto menyebutkan sebelumnya imigran ini berangkat dari Padang naik travel liar dan berhenti di Bayang. Mendapat informasi ten­tang keberadaan orang asing tersebut aparat Polres Pessel turun ke lokasi. Saat hendak di tangkap imigran gelap ini berupaya kabur dari aparat.

Dikatakan, 24 orang imigran asal Myanmar dan Bangladesh berhasil diamankan dan sebagian lagi kabur. Imigran tersebut rencananya hendak menenunggu kapal jemputan menye­brang ke Australia untuk mencari suaka.

Ditambahkanya, setelah dila­kukan pendataan hanya beberapa WNA yang mempunyai paspor dan sebagian tidak mempunyai surat –surat lengkap.   Mereka berangkat dari Padang naik travel dan turun di daerah Bayang. Dari sana berjalan kaki menyisiri kawasan pantai ke Selayang Pandang.

Mereka rencana hendak menye­berang ke Australia untuk mencari suaka, dan menunggu jemputan kapal. “ Semuanya berjumlah 45 orang, plus dua ABK dan yang ketangkap 26 orang. Kini telah diamankan beserta kapten kapal,” tambahnya.

Pada awal tahun 2013 lalu kasus serupa juga terjadi dan dalam jumlah yang lebih banyak. Saat itu, petugas mengamankan 46 imigran asal Sri Lanka. Mereka sempat terkatung-katung di Samudra Indonesia de­ngan Pulau Buru. Berbeda dengan peristiwa terbaru di Pesisir Selatan itu, pada peristiwa tahun 2013 ini  pada imigran gelap itu belum sempat melenggang di daratan di Sumbar, tapi diselamatkan karena terkatung-katung di kapal yang rencananya akan memboyong mereka ke Aus­tralia (h/har/mat)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]