Warga Pariaman Kembali Tanam Kulit Manis


Jumat, 13 Februari 2015 - 19:39:55 WIB
Warga Pariaman Kembali Tanam Kulit Manis

Menurut Budinar, dahulu lereng hutan lindung Maninjau Selatan yang lebih dikenal warga dengan nama Gunung Letter W, sangat didominan oleh tanaman kulit manis. Tanama ini sangat membantu warga dalam  peningkatan ekonomi. “Untuk kebutuhan sehari hari dan lapangan kerja ada pada perkebunan kulit manis ini,” kata Budinar.

Sekitar sepuluh tahun lalu, para petani jadi jenuh untuk membudidayakan tanaman ini. Hal tersebut dikarenakan harga jual komoditas kulit manis selalu anjlok. Sehingga biaya perawatan tidak lagi seimbang dengan tenaga yang dikeluarkan.

“Karena harga mu­rah, petani tidak lagi me­ngem­bangkan komoditas ini, bah­kan tanaman kulit manis yang telah ada dipanen dan di­biarkan tidak terawat,” je­lasnya.

Namun dalam dua tahun  terakhir ini, masyarakat kem­bali mulai melakukan pe­nanaman kulit manis. Lahan lahan warga yang ada dilereng gunung Letter W mulai di­tanami kulit manis. Bahkan telah banyak pembibitan kulit manis yang dilakukan secara swadaya.

Mulai bergairahnya petani mengembangkan tanaman ko­moditas ini, menurut Bu­dinar, karena harga jual yang mulai menjanjikan. “Saat ini harga jual kulit manis untuk kelas asalan ( campuran) telah men­capai Rp20 ri­bu per kg,” terang Budinar.

Diungkapkan Budinar, ka­lau harga kulit manis me­miliki harga terendah  Rp20ribu/kg, maka lereng gunung Letter W yang du­lunya penuh dengan tanaman kulit manis, akan kembali dikembangkan oleh ma­sya­rakat.

Amrizal pedagang kulit manis di pasar Padang Alai Kecamatan V Koto Ti­mur, mengungkapkan, saat ini har­ga kulit manis mulai mem­­baik dengan harga Rp20ribu untuk tipe asalan. Sedangkan untuk klas AA  dibelinya pada pe­­tani Rp26ribu/kg, kelas AB Rp17ribu/kg dan kelas AC Rp11ribu/kg. (h/ded).

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]