Cuaca Ekstrim Kembali Menghampiri Sumbar


Jumat, 13 Februari 2015 - 19:46:11 WIB
Cuaca Ekstrim Kembali Menghampiri Sumbar

“Melihat kondisi cuaca yang kerap berubah secara tak menentu kita mengimbau kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terutama yang tinggal di lereng dan punggung perbukitan,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain warga yang tinggal diperbukutan BPBD juga mengingarkan kepada warga yang melewati titik jalan yang rawan bahaya longsor seperti Sicincin – Malalak, Situnjau Laut – Solok dan beberapa titik lainnya.

“Untuk antisipasi kita dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah menyiagakan alat berat yang selalu disiagakan di titik rawan ini. alat berupa bulozer, escavator dan beberapa lain yang kita rasa perlu,” terang pagar.

Selin itu tutur Pagar, seluruh anggota BPBD kabupaten/kota,  KSB dan relawan yang berada di daerah untuk tetap siaga terhadap ancaman banjir dan longsor yang bisa tiba kapan saja melihat kondisi saat ini.

“Warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) juga kita minta untuk tetap waspada,” imbaunya.

Sementara itu dari perkiraan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tabing, Padang secara umum kondisi Sumbar cerah berawan pada pagi – sore hari, sementara untuk pada malam hari hujan sedang mengguyur Sumbar secara tak merata.

“Potensi hujan ringan tidak merata pada malam-dini hari di wilayah Bukittinggi, Agam Dataran Tinggi, Batusangkar-Tanah Datar,Pasaman Barat, Pasaman, Solok Selatan, Pesisir Selatan,Sawahlunto,Sijunjung,sebagian Padang,sebagian Padang Pariaman,” jelas Kasi Obsevasi dan Informasi BMKG Stasiun Tabing, Padang Budi Iman Samiaji.

Untuk tinggi gelombang kata Budi, bekisar dengan ketinggian 1,1 meter di pesisir pantai Sumbar. Kondisi ini masih terbilang normal, namun bagi nelayan tetap diimbau waspada dengan cuaca yang kerap berubah.

BPBD Andalkan Early Warning System

Sementara itu Staff kedaruratan dan Lo­gistik BPBD Sumbar Suryadi menerangkan, dalam mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana, Pusdalops BPBD Sumbar meng­gunakan berbagai peralatan penunjang Early Warning System. Sehingga dapat membantu untuk mendeteksi lebih dini jika sewaktu-waktu bencana datang dan diperlukan evakuasi.

“Dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, kita menggunakan Closed-circuit Television (CCTV). CCTV itu dipakai untuk memantau pasang air laut dan mengukur ketinggian gelombang laut untuk antisipasi Tsunami. Ada juga CCTV untuk mengukur ketinggian air sungai untuk antisipasi banjir bandang. Selain itu juga ada CCTV untuk memantau gerakan gelombang tanah,” ucap Suryadi.

Selain penggunaan CCTV, sistem juga dilengkapi dengan alarm serine untuk peringatan saat evakuasi. Saat ini terdapat 34 titik alarm serine yang tersebar di Kota Padang dan Kota Pariaman. “Dari 34 titik alarm serine, 14 di antaranya memang tengah mengalami gangguan. Tetapi gangguan kerusakan bukan pada peralatan, melainkan hanya pada program. Itu sedang kita perbaiki saat ini,” tutup Suryadi. (h/mg-isr/mg-isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]