Obama Akan Bunuh Para Pemimpin ISIS


Jumat, 13 Februari 2015 - 19:50:46 WIB
Obama Akan Bunuh Para Pemimpin ISIS

“Koalisi kita sedang ofen­sif,” kata Obama seraya me­ngatakan ISIS kini sedang dalam posisi defensif dan akan segera kalah.

Obama mengatakan jika perlu AS akan membantu serangan lewat darat terhadap ISIS.

“Jika kita punya intelijen yang bergerak mengenai kum­pulan para pemimpin ISIS, dan sekutu-sekutu kita tidak punya kapasitas untuk memburu me­reka, maka saya siap untuk memerintahkan pasukan khu­sus kita untuk beraksi,” kata Obama. “Saya tak ingin membiar­kan teroris-teroris ini punya tempat aman untuk bersem­bunyi,” tutup Obama.

Tinggalkan Yaman

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis bergegas menutup kedutaan besar mereka di Yaman karena kekhawatiran keamanan di negara ini, se­dang­kan para staf diplomatik AS ramai-ramai menghan­curkan dokumen-dokumen rahasia dan meninggalkan ken­daraan di bandara.

Langkah bergegas ini terja­di setelah ribuan orang ber­demonstrasi menentang pe­ngambilalihan kekuasaan oleh milisi Syiah di negeri itu yang luas dikutuk masyarakat se­bagai kudeta.

Sudah lama menjadi garis depan AS melawan Alqaeda, Yaman di ambang jurang ke­kacauan sejak milisi Syiah berjuluk Huthis, menguasai ibu kota Sanaa September lalu, dan mencampakkan parlemen pekan lalu.

PBB telah menuntut pe­ngembalian kekuasaan Abed­rabbo Mansour Hadi duku­ngan Barat yang bulan lalu mengundurkan diri setelah dikenai tahanan rumah, na­mun upaya mencapai perda­maian menemui kegagalan.

Washington akhirnya me­nutup kedutaan besarnya di Sanaa akibat memburuknya situasi keamanan di sana de­ngan mengungsikan staf diplo­matik ke Muscat, Oman, mela­lui sebuah jet swasta Oman.

Juru bicara departemen luar negeri Jen Psaki ber­terimakasih kepada sultan Oman atas bantuannya, demi­kian pula kepada Qatar, de­ngan mengatakan sebagian besar staf kini tengah menuju Washington.

Sementara seluruh marinir AS juga telah meninggalkan negeri itu dengan meng­gu-nakan pesawat komersial.  Namun masih ada pasukan khusus AS di lapangan yang bertugas memburu Aqaeda.

“Sebelum mengungsi, ma­rinir menghancurkan senjata-senjata berat mereka dan sen­jata personel, senjata mesin dan semacamnya,” kata juru bicara Pentagon Kolonel Steven War­­ren kepada wartawan se­perti dikutip AFP.

Mereka juga menyerahkan senjata pribadi mereka kepada pihak berwenang Yaman, se­dangkan komputer, dokumen, telepon dan materi-materi sensitif lainnya dihancurkan, kata seorang staf kedubes kepada AFP. (h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]