Bijak Melarang Perayaan Valentine Day


Jumat, 13 Februari 2015 - 19:53:28 WIB
Bijak Melarang Perayaan Valentine Day

Justru karena itulah,  kita pantas mengapresiasi ketegasan Walikota Payakumbuh, Sumbar Riza Falepi dan Walkota Padang Mahyeldi Asharullah.

Baca Juga : Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

Seperti dilansir haluan, Walikota  Riza Falepi secara resmi melarang warga di kotanya merayakan Valentine’s Day yang oleh musyrik sering disebut Hari Kasih Sayang.

Riza Falepi menegaskan, bahwa  konsep kasih sayang yang terkandung dalam Valentine’s Day tersebut, sangat ber­tentangan dan melanggar akidah umat Islam.

Baca Juga : Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

Selain oleh Riza Falepi, Surat Edaran No.451/95/SE/WK-PYK/2015 tentang “Larangan Merayakan Hari Valentine’s Day” tersebut juga ditandatangani oleh Ketua MUI Pa­yakumbuh Mismardi, dan Kakan Kemenag Asra Faber.

Demikian pula di kota Padang. Perayaan Valentine Day diharamkan di kota ini. Hal ini ditegaskan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di depan sejumlah wartawan. Mahyeldi mengatakan, pelarangan perayaan Valentine ini akan dirapatkan dikoordinasikan dengan MUI, Ormas dan Kesbangpol.

Baca Juga : Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI

Ia juga menegaskan, jika ada pedagang yang menjual pernak - pernik Valentine akan dirazia, apalagi disinyalir saat ini beredar hadiah kondom.

Penegasan sejumlah tokoh tersebut, menurut hemat kita adalah suatu hal yang sudah seharusnya. Sebab, banyak remaja kita tidak mengetahui bagaimanakah sejarah hari valentine itu sendiri. Banyak anak muda kita yang merayakan valentine day cuma karena ikut-ikutan trend belaka, supaya  mereka dicap gaul, dan tidak  kuno. Ironisnya, banyak pula yang tidak tahu bahwa sejarah dan cikal bakal hari valentine itu sendiri masih mengundang kontroversial, bahkan ada banyak versi. Entah versi mana yang benar.

Baca Juga : Dulu 12 Jam, Kini Bakauheni-Palembang Cuma 3,5 Jam Lewat Tol

Pada umumnya disebut valentine day berawal ketika bangsa Romawi memperingati hari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. (The World Book Encyclopedia 1998).

Lalu, The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II me­me­rintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine. Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (wikipedia.org dan lain-lain)

Dengan demikian jelaslah, dari banyak versi tersebut  tidak ada satupun versi yang pasti kebenarannya . Bahwa  dari sekian banyak versi yang pasti adalah, tidak satu versi asal-usul velentine day yang bersumber dari ajaran agama kita, budaya dan adat istiadat kita.

Valentine’s Day justru telah merendahkan dan mem­persempit makna cinta. Cinta dihargai sebatas coklat, bunga mawar, greeting card, ciuman dan seks bebas. Valentine’s Day juga menyempitkan kasih sayang hanya sehari saja. Padahal dalam Islam, kasih sayang itu perlu diaktualisasikan setiap saat dan di setiap tempat.

Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia,  tumbuh-tumbuhan dan hewan, tanpa batas waktu. ***

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:07:08 WIB

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan saat ini sudah ada tujuh calon tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT. Asabr.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:34:55 WIB

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia. Mereka disebut mencuri ikan di perairan Indonesia bahkan peristiwa tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:25:51 WIB

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menjelaskan argumen adanya klausul dalam RUU Pemilu terkait eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang ikut dalam kontestasi Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pilka.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 11:56:45 WIB

    Dulu 12 Jam, Kini Bakauheni-Palembang Cuma 3,5 Jam Lewat Tol

    Dulu 12 Jam, Kini Bakauheni-Palembang Cuma 3,5 Jam Lewat Tol Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 km. Kini, dari Bakauheni ke Palembang sudah tersambung tol sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 11:42:10 WIB

    Jokowi akan Lantik Listyo Sigit Jadi Kapolri Baru Besok

    Jokowi akan Lantik Listyo Sigit Jadi Kapolri Baru Besok Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melantik Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Rabu (27/1/2021)..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]