Imigran Gelap Masuk Dari Medan


Jumat, 13 Februari 2015 - 19:58:55 WIB
Imigran Gelap Masuk Dari Medan

Menurutnya, dari Padang mereka naik mobil sewaan hingga sampai di Bayang. Dari Bayang berjalan menuju Selayang Pandang karena kapal yang akan mengangkut mereka ke Australia bakal merapat di sana.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah, Total 586 Kasus

Imigran asal Myanmar dan Bangladesh yang ditangkap itu berjumlah 24 ditambah 2 awak kapal. Imigran tersebut adalah MD. Hazrat Ali (Myan­mar), Rahul Alamin (Bangladesh), MD. Monir,Shahidullah Islam, Moham­mad, Amzah Hossan, Abu Bakar, Muhammad Mamun Rashid, Abdul Razak, Muhammad Ashaduzzaman, Abdul Hakim, Sholal Rana, Mo­ham­mad Monir Hossain, Kamrul, Mohammad Khokon, Basar, Mu­hammad Akhyil, Mohammad Zo­mi, Tohai, MD Najmul, MD. Qnei, Ali Noor Mohammad.

Sementara, Kepala Kantor Wila­yah Kementrian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kanwil Kemen­kumham) Sumatera Barat, Supryadi kepada Haluan, Jumat (13/2) kema­rin mengatakan, keberadaan imi­gran gelap di Sumbar ini memang sulit untuk terdekteksi karena mela­lui jalur illegal. Adanya oknum yang bermain di belakang juga menyu­litkan langkah Kemenkumham.

Baca Juga : Turun Drastis, Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 44 Orang

“Mereka masuk bukan melalui pintu masuk resmi ke Sumbar seper­ti Teluk Bayur dan BIM. Ini menyu­litkan pihak kita untuk mende­teksinya. Dikatakan kecolongan tentu ia karena tiba-tiba mereka sudah merapat saja ke tempat kita,” terang Supryadi.

Ia melanjutkan, sejauh ini pihak­nya terus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan terakit seperti Kepolisian, Lantamal, TNI dan pihak lainnya untuk melakukan pengamanan Sumbar terutama dari orang asing.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.233 Kasus

“Satu bulan sekali kita selalu mengadakan rapat dengan pihak kemanan terkait dengan orang asing ini. Rapat ini salah satu langkah untuk mencegah masuknya imigean gelap seerti ini ke Sumbar,” tu­kasnya.

Selain itu, Supryadi juga menge­luhkan tidak adanya rumah ditensi yang memadai bagi imigran gelap yang tertangkap.  Kalau pun ada kondisinya cukup memprihainkan dan terbilang sempit. “Rumah diten­si imigrasi yang kita punya hanya memuat kapasitas kecil yang hanya bisa menampung 15 orang saja. Untuk kondisi saat ini terpaksa kita menumpangkan ke 24 imigran ini di Bukittinggi. Nanti kalau di hotel mereka bisa kabur,” paparnya.

Baca Juga : Alhamdulillah! Bayi Penderita Ekstrofi Bulli Bladder di Solok Dibantu Anggota DPR

Ditambahkannya, nasib 24 imi­gran ini masih memunggu proses lanjutan oleh Kemenkumham se­belum­nya nantinya dipindahkan ke rumah detensi imigrasi di Pekan­baru sebelum nanti dipulangkan ke negaranya masing-masing. (h/har/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]