Difteri Sudah Merambah ke Solok


Jumat, 13 Februari 2015 - 20:00:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Tujuh pasien diantaranya adalah pasien lama, sedangkan 2 lainnya baru masuk pada Kamis (12/2) kemarin,” ucap Gustavianof selaku Pejabat pemberi informasi dan dokumentasi (PPID) RSUP M. Djamil.

Gustavianof kemudian meminta agar masyarakat bersedia beker­jasama dengan pemerintah setempat dalam memberikan imunisasi vak­sin DPT dan vitamin A untuk anak masing-masing.

“Semua demi kebaikan dan keselamatan jiwa anak-anak kita, diharapkan para orangtua bersedia anak mereka diimunisasi,” tutupnya.

Sementara itu, Pemkab Solok segera melaksanakan imunisasi setelah ditemukan seorang penderita difteri di Jorong Aie Kaciek Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti. Kegiatan imu­nisasi masal ini bakal diikuti 150. 000 anak berusia 2 tahun hinga 15 tahun yang ada di bumi markisa itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabu­paten Solok, dr.Mirsal BM.Epid di Arosuka, Jumat (13/2) mengatakan, walaupun hanya satu kasus difteri yang ditemukan, itu sudah bisa dikategorikan sebagai kejadian luar bisa. Akan tetapi untuk menetapkan suatu daerah itu KLB atau bukan, itu sepenuhnya merupakan we­wenang kepala daerah.

“Kejadian Luar Biasa (KLB) itu tidak harus menunggu adanya kor­ban yang meninggal dunia. Begitu ditemukan satu penderita difteri saja, itu sudah bisa dimasukan kedalam kategori KLB,” ujar Mirsal.

Lebih jauh Mirsal mengatakan, terlepas dari KLB atau tidak, yang jelas Pemkab Solok segera bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit menular ini. Untuk itu, dalam waktu dekat Pemkab Solok akan meng­gelar ORI (Outbreak Respons Im­mu­nization), yaitu kegiatan imu­nisasi masal.

­Di Kabupaten Solok, kata Mirsal, baru satu orang penderita difteri yang ditemukan, yaitu Fauziah Rahman, di Jorong Aie Kaciek Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti. Bocah berusia dua tahun enam bulan ini sempat dirawat di M.Jamil Padang dan sekarang sudah sehat dan sudah pulang ke Talang Babungo.

Dikatakannya, penyakit difteri adalah penyakit menular mema­tikan yang menyerang saluran perna­fasan bagian atas (tonsil, faring dan hidung) dan kadang pada selaput lendir dan kulit yang disebabkan oleh bakteri yaitu Corynebacterium diphteriae. Semua golongan umur baik anak-anak maupun orang dewa­sa dapat tertular oleh penyakit ini.

Pada umumnya penyakit difteri menyebabkan gejala-gejala seperti panas, sesak nafas, nyeri telan pada tenggorokan, leher bengkak (bul­lneck), serta adanya selaput warna putih keabu-abuan di tenggorokan yang dapat menyumbat jalan nafas. Selain itu penyakit difteri dapat menghasilkan racun yang berbahaya karena dapat menyerang otot jan­tung, jaringan saraf dan ginjal.

“Penyakit Difteri dapat menular melalui percikan ludah dari orang yang membawa bakteri ke orang lain yang sehat. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui benda atau makanan yang telah terkontaminasi dengan bakteri ,” tukas Mirsal. (h/eri/mg-isq)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 10 September 2015 - 19:00:39 WIB

    Vaksin Difteri Tahap III Sudah Bisa Diperoleh

    TERSEDIA DI 22 PUSKESMAS

    PADANG, HALUAN — Kota Padang pernah mengalami penyakit difteri hingga pada kejadian luar biasa, sehingga meng­haruskan untuk vaksin difteri se.

  • Selasa, 07 April 2015 - 19:30:41 WIB

    Gunung Sarik Belum Tuntaskan Imunisasi Difteri

    TEMUAN MAHASISWA AKPER KESDAM 1/BB

    PADANG, HALUAN — Kota Padang mengaku sudah menuntaskan imuniasi difteri tahap pertama pada Maret lalu. Namun, kenyataan di lapangan masih ada balita yang belum .

  • Rabu, 01 April 2015 - 19:52:18 WIB

    Suspect Difteri Capai 53 Pasien

    PADANG, HALUAN — Jumlah pasien suspect difteri di Padang pada 2015 ini sudah mencapai 53 pasien. Dari jumlah sebanyak itu, data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang mengungkapkan  empat pasien dinyatakan p.

  • Jumat, 27 Februari 2015 - 19:44:21 WIB

    Empat Pasien Suspect Difteri Negatif

    PADANG, HALUAN — Empat pasien suspect (diduga) difteri yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang, dipulangkan, Jumat (27/2) karena setelah melewati uji swap (air liur), terbukti negatif meng.

  • Rabu, 25 Februari 2015 - 19:45:43 WIB

    Pasien Suspect Difteri Bertambah

    DKK PADANG: TAMBAH PERLINDUNGAN ANAK DENGAN MASKER

    PADANG, HALUAN — Pasien suspect (diduga) difteri yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil kembali berta.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM