Fokus Pembangunan Solsel Sebaiknya Bidang Pertanian


Ahad, 15 Februari 2015 - 18:58:20 WIB
Fokus Pembangunan Solsel Sebaiknya Bidang Pertanian

“Lima tahun belakangan Solsel fokus membangun in­frastruktur seperti jalan, jem­batan, dan pasar semi modern dan pembangunan lainnya. Namun, lima tahun ke depan, di samping melanjutkan pem­bangunan infrastruktur untuk menunjang ke­ma­juan ekonomi, Sol­sel harus me­nen­tukan fokus pem­bangunan ke arah mana,” ujarnya saat dihubungi Ha­­luan, Minggu (15/2).

Baca Juga : DPD PAN Pasaman Barat Gelar Musda Secara Virtual

Pembangunan infrastruktur yang dimaksud oleh Ab­­dul Rahman ad­a­lah mem­ba­ngun wajah kota, seperti yang pembangunan Ruang Terbuka Hijau Padang Aro di bekas pasar Padang Aro, yang akan dibangun pada tahun ini.

“Sudah selayaknya Padang Aro sebagai ibukota Solsel yang berusia 11 tahun memiliki wajah ibukota selayaknya ibu­kota kabupaten/kota lain di Sumatera Barat,” sebutnya.

Baca Juga : BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Samudera Hindia Barat Bengkulu

Mengenai fokus pem­ba­ngunan ke arah pertanian, kata Abdul Rahman, karena Solsel memiliki potensi yang besar di bidang tersebut yang dapat menyejahterakan rakyat dan menghidupkan investasi bagi pengusaha yang akan me­na­namkan modal di Solsel, se­hing­ga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia melanjutkan, apabila pembangunan difokuskan ke bidang pertanian, maka akan mendorong kemajuan di bi­dang pariwisata, yakni agro­wisata. Agrowisata adalah ak­tivitas wisata yang meli­bat­kan penggunaan lahan perta­nian atau fa­silitas terkait (mi­sal sil­o dan kan­dang) yang menjadi daya tarik bagi wi­sa­tawan. Ag­ro­wisata memiliki be­ra­gam variasi, se­per­ti labirin ja­gung, wisata petik buah, memberi ma­­­kan hewan ter­nak, hing­ga restoran di atas laut. Agro­wi­sata me­rupakan salah satu potensi dalam pengem­ba­ngan industri wisata di seluruh dunia.

Baca Juga : Cuaca di Objek Wisata Sumbar Cerah Berawan Hari Ini, Selamat Berakhir Pekan!

Contoh lokasi agrowisata di Solsel menurut Abdul Rah­man, milsanya perkebunan teh PT Mitra Kerinci yang me­nyajikan pemandangan alam yang asri dan menjadi lokasi objek foto. Kemudian lagi, perkebunan jeruk di Pe­konina.

Ia menambahkan, fokus pembangunan di bidang per­tanian juga berhubungan de­ngan kemajuan di bidang eko­nomi. Menurutnya, jika bidang pertanian dikem­bangkan, ma­ka bisa membentuk perke­bunan dan persawahan rakyat.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.080 Kasus

Sementar itu, Kepala Di­nas Pertanian Solsel, Del Ir­wan menyebutkan, luar la­han persawahan di kabupaten itu sekitar 9.540 hektare, yang semuanya merupakan lahan produktif. Dengan lahan seluas itu, produksi padi di Solsel mencapai 133.000 ton, ber­dasarkan data tahun 2014. Produksi padi sebanyak itu, karena jumlah masyarakat Solsel yang bekerja sebagai petani cukup banyak, yakni 24.440 kepala keluarga. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]