55 Persen Koperasi di Solok Tak Sehat


Ahad, 15 Februari 2015 - 19:04:03 WIB
55 Persen Koperasi di Solok Tak Sehat

“Masih banyak koperasi yang belum melaksanakan RAT ini. Bahkan ada sekitar 84 koperasi yang tidak lagi melaksanakan RAT lebih dari dua tahun berturut-turut,” ujar Letty.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah, Total 586 Kasus

Lebih jauh Letty me­ngung­kapkan, dari 84 koperasi yang sudah lebih dari dua tahun tak melaksanakan RAT itu, 78 diantara sudah tak punya akti­fitas sama sekali. Sementara 6 koperasi lagi masih punya aktisfitas,cuma mereka tidak melaksanakan RAT karena keterbatasan SDM.

78 koperasi yang tak punya aktifitas sama sekali itu,sudah selayaknya dibubarkan. Akan tetapi untuk membubarkannya jauga tak gampang,karena me­reka rata rata terkait dengan pihak ketiga,yaitu pihak yang memberikan modal.

Baca Juga : Turun Drastis, Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 44 Orang

Koperasi yang bermasalah ini, kata Letty, mayoritas  me­ru­pakan koperasi musiman. Mereka muncul karena ingin dapat bantuan dari pemerintah pusat. Seperti bantuan dari Kementerian Pertanian.

Dijelaskannya, berdasar­kan UU No 17 tahun 2012 tentang perkoperasian, Peme­rintah daerah dapat ikut cam­pur  tangan terhadap pengurus koperasi, jika dua tahun ber­turut turut koperasi itu tidak melakukan RAT. Dan ber­dasarkan  UU No 25 tahun 1992 tentang pendirian kope­rasi menyatakan,syarat tidak dibubarkannya adalah kope­rasi wajib RAT  dalam waktu tiga tahun dan tak boleh tanpa kegiatan.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.233 Kasus

Ditambahkannya, petugas Koperindag dan UMKM terus mengupayakan untuk meng­aktifkan kembali 84 koperasi yang sedang sekarat  itu. Petu­gas mendatangi setiap pengu­rus untuk berdialog dan mem­berikan pembinaan. Disam­ping itu juga diberikan pela­tihan administrasi agar kopersi berjalan normal kembali.

Berdasarkan data terakhir, kata Letty, dari 152 koperasi yang ada, ternyata masih ada yang  baik, 68 diantaranya masuk kategori sehat bahkan ada yang meraih prestasi yang membanggakan.

Baca Juga : Alhamdulillah! Bayi Penderita Ekstrofi Bulli Bladder di Solok Dibantu Anggota DPR

“Saat ini di Kaubpaten Solok terdapat  24 506 ang­gota koperasi dengan asset Rp107,7 miliar dan volume usaha yang cukup besar yaitu 65,4 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) 4,6 miliar,” kata Letty.

Dicontohkannya, koperasi simpan pinjam Kubang Gan­tung Ciri dan KSU ED Tabek adalah merupakan contoh koperasi sehat dan berprestasi. KSP Kubang Gantung Ciri berhasil menjadi yang terbaik di Indonesia, sedangan KSU-ED Tabek menjadi yang ter­baik di Sumatera Barat.

Sementara itu, Walinagari Gantung Ciri ,Arnold Syukur  mengatakan, KSP Kubang Gantung Ciri berdiri pada tahun 2005 dengan mengan­dalkan modal dari simpanan anggota. Saat ini koperasi itu memiliki anggota sebanyak 214 orang. Memiliki  aset sebesar Rp763 miliar,volume usaha Rp654 juta rupiah dan SHU Rp36 juta rupiah. Saat ini KSP Kubang sudah bisa memberikan pinjaman kepada setiap  anggotanya sebesar tiga kali lipat dari jumblah ta­bungan. (h/eri)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]