Ahok Arogan Tangani Banjir Jakarta


Ahad, 15 Februari 2015 - 19:08:09 WIB
Ahok Arogan Tangani Banjir Jakarta

“Banjir tekah menyisakan kotoran dan lumpur yang per­lu dibersikan,” kata Koor­dinator Tim Disaster Risk Management PKPU, Amir Mutar di Jakarta, Minggu.

Dia menyebutkan sejum­lah fasilitas umum yang diber­sihkan diantaranya gedung Posyandu Delima 1434 di Kelurahan Pedurenan keca­matan, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Selain itu, SD Muha­ma­diyah 10, yang terletak di Grogol, Jakarta Barat. “Tim terus bergerak melakukan pembersihan,” katanya.

Koordinator Pos Besar PKPU Jakarta Barat menam­bahkan, dalam kondisi banjir yang paling diperlukan adalah mobil Rescue dan perahu evakuasi.

Hingga saat ini, Tim Res­cue PKPU sudah melakukan evakuasi di beberapa titik, diantaranya Grogol, Muara Baru, Kelapa Gading, hingga Ciledug.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon me­ngi­ngatkan Gubernur DKI Ja­karta Basuki Tjahaja Pur­nama atau Ahok untuk tidak ar­ogan dalam menangani banjir di ibu kota negara dan melibatkan pihak lain sehingga tidak me­nyelesaikan persoalan sendiri. “Lebih bagus mengajak semua unsur bersama-sama, tidak menyelesaikan sendiri-sendiri. Terkesan terlalu percaya diri bisa menyelesaikan sendiri, akhirnya jadi arogan dan jadi sombong,” kata Fadli .

Fadli mengatakan, kinerja Ahok dalam menangani banjir di Jakart sudah bagus dilihat dari niat serta rencana-ren­canannya. Tetapi yang perlu dikurangi oleh Ahok adalah sikap seolah-olah bisa me­ngurangi masalah. “Saya kira tidak bijak menyalahi pluit karena terjadi pemadaman listrik, ini menyederhanakan persoalan yang nantinya akan membuat kaget sendiri,” ka­tanya. Terkait pernyataan A­hok bahwa ada sabotase dalam penanganan banjir, menurut Fadli harus lebih bijaksana lagi, karena tidak ada pihak yang mau menyabotase persoalan banjir kalau berdampak pada masyarakat luas. “Siapa yang mau menyabotase? ini men­jadi ledekan. Saya kira me­mang curah hujannya tinggi, penyebabnya kurangnya resa­pan air di Jakarta,” katanya.

Fadli menambahkan, pena­taan kawasan Jakarta menjadi penting terutama fungsi resa­pannya. Sedangkan penataan kawasan seputar Puncak dan lainnya, bukan prioritas utama untuk dilakukan.”Karena Ja­kar­ta sudah tidak bisa me­nyerap air lagi, sudah banyak mall dan perumahan. Memang sudah sangat padat, sampai kapanpun, kalau di daerah lain dibereskan Bogor, Tanggerang, kalau Jakarta belum berbenah drainasenya pesoalan banjir tidak akan selesai,” katanya.

Fadli juga menyingung soal reklamasi yang sekarang jor-jo­ran dilakukan sehingga ba­nyak wilayah air yang diam­bil dari reklamasi tersebut mem­bangun mall dan pe­rumahan. “ Ini karena Gubernur Ahok sendiri membiarkan re­kla­masi,” kecamnya.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai banjir yang terjadi di DKI Jakarta menilai ada tiga hal yang menyebabkan banjir di Jakarta bisa separah hari Senin lalu.

Pertama, 13 sungai yang ada di Jakarta telah ter­degra­dasi berupa penyem­pitan ba­dan sungai dan pen­dangkalan. Kedua keberadaan ruang ter­buka hijau (RTH) masih sa­ngat kecil yaitu pada kisaran 9,8 persen dari total luas DKI. Ketiga, terdapat situ dan hutan mangrove yang telah berubah fungsi.

Penyempitan badan sungai dan pendangkalan disebabkan o­leh tumpukan sampah. Ke­tika sungai sudah mengalami sendimen tasi dan tersumbat oleh sampah maka daya alir sungai melambat. Sungai yang telah tersendimentasi tidak lagi mampu menampung asal air dari hulu dan dari daratan. Akibat ketidakmampuan ini, maka air melimpah.

Ditambah lagi, air dari daratan tak lagi mampu di­serap tanah terbuka karena banyaknya permukaan tanah yang tertutup bangunan dan gedung. Air harusnya ter­tam­pung di situ-situ, namun nya­tanya, banyak situ di Ja­karta yang sudah beralih fungsi.

Sementara itu, pada wi­layah hilir yang terdapat di pesisir pantai Jakarta Utara dan Barat, banjir terjadi karena muka tanah yang sudah turun ditambah lagi dengan ter­hambatnya laju air sungai oleh masuknya air laut. Masuknya air laut ke sungai akibat sabuk hijau (hutan mangrove) telah habis. (h/dn/anc)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]