Eksekusi Gembong Narkoba, Jangan Takut Intervensi Asing


Ahad, 15 Februari 2015 - 19:27:03 WIB
Eksekusi Gembong Narkoba, Jangan Takut Intervensi Asing

DiSumbar, Narkoba sudah masuk ke semua sektor, pemerintahan, swasta, maupun masyarakat kecil. Apalagi dengan tertangkapnya warga Negara Jepang dalam membawa sabu-sabu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Hanya 45 Hari, Kementerian PUPR Berhasil Tuntaskan Tiga RS Rujukan Covid-19

Di tingkat nasional, kita bahkan mencermati bahwa kondisi “Darurat Narkoba” sudah pada titik nadir. Jumlah pecandu narkoba diperkirakan telah mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Sekitar 75 persen diantaranya adalah pelajar dan generasi muda.

Pengakuan yang sangat mengujutkan, tetapi menurut hemat kita adalah wajar, muncul ketika Presiden Joko Widodo mengkalim bahwa di Indonesia setiap hari 50 orang mati karena narkorba .

Baca Juga : Polisi Wajib Baca Kitab Kuning, Muhammadiyah: Belum Tentu Menjamin Bisa Tangani Masalah Agama dengan Baik

Justru karena itu, kita selalu mendukung penuh kesungguhan pemerintah dan aparat terkait memberantas peredaran barang haram itu di negeri ini. Dan, oleh karena itu pula, kita serius mendukung setiap putusan majelis hakim yang memvonis mati gembong narkoba. Bersamaan dengan itu, kita juga mengapresisiasi ketegasan Presiden Joko Widodo yang memastikan akan menolak semua permohonan grasi oleh terpidana mati kasus narkoba.

Dan, oleh karena itu pula kita menyuarakan keperihatinan mendalam atas intervensi asing , menjelang dilaksanakannya eksekusi mati terhadap dua gembong narkoba warga Australia itu. Sekadar mengingatkan, dua WN Australia yang akan dieksekusi mati adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Pada 2006, mereka memimpin penyelundupan 8,3 kilogram heroin ke Bali.

Baca Juga : Ngamuk saat Ditegur Tak Pakai Masker, Emak-emak: Di Dunia Ini Hanya Satu Allah, Kamu Jangan Larang Saya

Dua pentolan yang dikenal dengan Bali Nine tersebut sekarang telah dipindahkan ke Lapas Batu di Nusakambangan, Jawa Tengah. Dalam 72 jam, atau paling lambat Selasa (17/2), mereka akan ditembak mati oleh regu Brimob. Namun seperti diberitakan, pemerintah Australia melakukan protes keras, bahkan kita menilai apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop sudah mengarah pada statemen yang bisa kita maknai sebagai tindakan mengancam. Soalnya, Julie Bishop tidak sekedar meminta hukuman mati dibatalkan, akan tetapi juga g menyatakan Australia bisa melakukan boikot wisata ke Indonesia.

Belum habis kegeraman kita akan gertak Menlu negeri Kangguru itu, kita dikejutkan oleh intervensi Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon. Seperti dilansir sejumlah portal berita online Minggu kemarin, Sekjen PBB itu menyurati pemerintah Indonesia dan bahkan menelepon Menlu Indonesia untuk menghentikan eksekusi dua mati gembong narkotika Bali Nine itu. Melalui juru bicaranya, Ki-moon mengaku telah menghubungi Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi. Ki-moon mengingatkan Indonesia agar mempertimbangkan ulang keputusan menghukum mati warga asing. “PBB menentang pelaksanaan hukuman mati dengan alasan apapun. Sekjen meminta Indonesia mem­per­timbangkan ulang vonis eksekusi terhadap pelaku kejahatan narkoba,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (15/2). Intervensi Sekjen PBB tersebut, khususnya terkait vonis mati bandar narkoba, kita nilai sudah dilura kepatutan. Bahkan menurut pakar hukum tata negara Dr Bayu Dwi Anggono , pemberlakuan pidana mati bagi para bandar narkoba, justru merupakan merupakan bentuk ketaatan Indonesia terhadap implementasi Pasal 3 ayat 6 United Nations Convention Against Illicit Traffic In Narcotic Drugs and Psychotropic Substance 1988 (Konvensi Narkotika dan Psikotropika).

Baca Juga : 2 PNS Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Aceh

Namun demikian, tentu kita harus terus menerus menyadarkan masyarajat kita terutama kalangan generasi muda mengenai bahaya narkoba yang sudah sangat me­ngancam hidu-matinya bangsa ini. Semestinyalah semua kita menyadari bahwa tidak ada kenik­matan yang didapatkan oleh pemakai narkoba. Sedangkan dampak buruknya sangat mengerikan. Bukankah sudah sangat banyak pengguna narkoba yang mati sia-sia.

Hampir dapat kita pastikan, bahwa di hari mendatang seiring mendekatnya detik-detik pelaksanakan eksekusi mati atas dua gembong narkorba dari Austrlia itu, tekanan, intervensi bahkan ancaman pihak asing bakal lebih keras lagi.

Oleh karena itu, kita menyerukan agar pemerintah kita tidak gentar. Pemerintah jangan takut!

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]