Empat Calon Kuat Walikota Bukittinggi Bertarung


Senin, 16 Februari 2015 - 19:53:55 WIB
Empat Calon Kuat Walikota Bukittinggi Bertarung

Menurutnya, ketegangan politik yang terjadi saat ini, disebabkan tiga faktor. Pertama persoalan “ta­war-menawar” koalisi antar­parpol yang ada di DPRD. Kedua, persoalan ta­war-mena­war kolaisi ini ber­korelasi dengan masalah figur yang bakal diusung.  Faktor ketiga, masalah kemam­puan pendanaan calon. “Saat ini tidak semua  calon didu­kung oleh kemampuan finan­sial, namun mendapat duku­ngan masyarakat,” kata M Nur Idris.

Empat Calon Kuat

Saat ini ada empat figur bakal calon yang jadi per­hitungan dan dinilai memiliki dukungan cukup kuat di te­ngah masyarakat, yakni inkam­ben Ismet Amziz, Harma Zal­di, H Trismon dan Ramlan Nurmatias. Dari ke­empat ca­lon ini, ada dua masalah besar, pertama, tidak semua mereka memiliki ke­mampuan pen­danaan yang kuat . Ke­dua, masalah partai apa yang men­dukung siapa.

“Ramlan Nurmatias meru­pakan salah seorang calon kuat dan memiliki kemampuan pendanaan kuat. Namun sam­pai sekarang beliau belum men­­dapatkan partai pengu­sung,” ungkap M Nur Idris. Hal ini sangat riskan bagi seorang figur seperti Ramlan, sebab dikha­watirkan bisa tidak menda­patkan partai pengu­sung. Se­mentara di satu pihak, saat ini partai-partai “berpacu” dalam berkoalisi,” tuturnya.

Sementara inkamben Is­met Amziz saat ini menjadi calon kuat. Dukungan masya­rakat kembali mengarah kepa­danya berkat ke­mam­puan ko­mu­nikasi poli­tiknya di tengah ma­syarakat yang cukup intens akhir-akhir ini. Namun di satu sisi kemampuan finansialnya terbatas, karean itu perlu par­tai kolaisi atau figure pasangan yang memiliki kemampuan pendanaan.

“Saya dengar Feby Dt. Bang­­­so Ketua DPW PKB men­­dekat ke Demokrat yang saat ini dinakhodai Ismet Am­ziz. Tetapi H Trismon dari partai Golkar juga memiliki kekuatan besar untuk ber­pasangan dengan Ismet Am­ziz,” kata M Nur Idris.

Dari empat pasang calon yang dinilai cukup kuat ini, menurut M Nur Idris, juga ditentukan oleh kalkkulasi politik yang pas. Maksudnya, jika terjadi empat calon ini maju, artinya keempat figur ini bertarung dalam pemi­lukada mendatang, ada ke­mung­kinan dua calon akan dominan, yak­ni H Trismon dan Harma Zaldi karena Ram­­lan dan Is­met Amziz dikhawatirkan ba­kal menjadi korban terpe­cah­nya dukungan  seperti penga­la­man pemilukada periode lalu.

Masalah Koalisi Serius

Persoalan koalisi menjadi persoalan serius bagi pengurus partai yang bakal mengusung bakal calon. Sebab, parpol yang duduk di DPRD Kota Bukittinggi saat ini harus mela­kukan koalisi untuk da­pat mengusung bakal calon. Ada tiga partai masing-masing mem­­­­p­eroleh empat kursi, yakni Demokrat, Gol­kar dan Gerindra. Ketiga partai ini ha­rus berkoalisi untuk mengu­sung calon karena tak cukup kuota 20 persen dari jumlah 25 kursi di DPRD sebagaimana disyaratkan Un­d­ang-undang. Kemudian di bawahnya ada PAN, PPP, PKS, selanjutnya PKB, PDI-P, Ha­nura dan Nas­dem.

Persoalan tawar-menawar koalisi, ini berkorelasi dengan masalah figur yang bakal diu­sung, menjadi faktor kedua menimbulkan ketegangan po­litik. Situasi ini, tidak saja menimbulkan ketegangan di kaangan elite politik lokal, tetapi sekaligus menyebabkan kebuntuan karena  dipe­cah­kan. Oleh karena itu, baik partai kecil maupun tiga partai besar tadi dikhawatirkan salah satu  di antara mereka, tak dapat mengusung calon karena tak dapat koalisi. (h/sms)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]