Rui Araujo Jadi PM Timor Leste


Senin, 16 Februari 2015 - 20:02:42 WIB
Rui Araujo Jadi PM Timor Leste

Setelah dilantik, Araujo berjanji bahwa peme­rintahan­nya akan mengedepankan ke­pentingan negara ketimbang perbedaan politik yang selama ini mengguncang negeri kecil tersebut. “Kita bisa bekerja lebih baik dengan bekerja sama,” kata Araujo setelah dilantik di ibu kota Dili.

Baca Juga : Dua Nagari di Pessel Panen Durian, Hasil Produksi Capai Rp400 Juta

Pemerintahan baru pim­pinan Araujo ini hanya be­rang­gotakan 33 menteri, jauh lebih ramping ketimbang postur pe­merintahan sebelumnya yang diisi 55 orang menteri. Pe­mang­kasan jumlah menteri itu di­harapkan bisa mening­katkan kinerja kabinet se­ka­li­gus me­ngurangi pengeluaran negara.

Dalam pidato perdananya, Araujo juga memuji pen­da­hulu­nya yang dianggap mampu membawa persatuan di negeri termuda Asia itu setelah mele­wati banyak masalah pada tahun-tahun pertama ke­mer­dekaan­nya.

Baca Juga : Bitcoin Resmi Diakui di RI, Cek Daftar Cryptocurrency yang Boleh Diperdagangkan di Indonesia

Sejumlah menteri yang ter­kait kasus korupsi dan yang berasal dari generasi lama di­gantikan dengan wajah-wajah baru yang lebih segar dalam sebuah perombakan yang d­i­sebut sejumlah analis sebagai sebuah pergantian yang sig­nifikan.

Meski demikian, pe­me­rintahan baru pimpinan Ara­ujo itu menghadapi banyak tantangan. Hingga saat ini, Timor Leste masih menjadi salah satu negara termiskin di dunia dan pemerintah masih berjuang keras meningkatkan taraf hidup 1,1 juta warganya.

Baca Juga : Resmi! Indonesia Ngutang Lagi Rp 7 Triliun ke Bank Dunia

Pemerintah baru juga harus mampu mengembangkan eko­nomi negeri itu yang kini masih sangat tergantung pada sektor minyak bumi dan gas alam.

Selain itu, korupsi juga men­jadi masalah endemik di Timor Leste. Saat ini bekas provinsi Indonesia itu men­duduki pe­ringkat 133 dari 175 negara paling korup tahun lalu versi Transparansi Inter­nasional.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Padang Hari Ini: Cabai Merah Turun, Rawit Masih Tinggi

Dalam daftar Transparansi Internasional ini, negara de­ngan peringkat rendah justru negara yang dianggap paling tidak korup. Sementara itu, meski mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri, Xanana Gusmao ak­an tetap menjadi salah seorang menteri di kabinet. (h/kcm)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]