BNN Sumbar Siap Rehabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba


Senin, 16 Februari 2015 - 20:10:08 WIB
BNN Sumbar Siap Rehabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Bam­bang Sri Herwanto, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Widagdo Hendro S, dan Kajati Sumbar, Achmad Djaenuri dan Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim dii­kuti oleh kepala daerah kabupaten/kota se Sumbar.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

Kepala BNN Provinsi Sumbar, Kombespol Arnowo usai acara deklarasi kepada wartawan menga­ta­kan, angka penyalahgunaan narko­ba di Sumbar sudah sangat meng­khawatirkan. Diperkirakan ada 4,2 juta pecandu narkoba di Indonesia, dimana 40 - 50 orang meninggal setiap harinya akibat narkoba atau setara dengan 18 ribu per tahun.

“Sementara di Sumbar pecandu mencapai 63.873 orang. Sedangkan yang sudah melaporkan diri secara sukarela mencapai 1.080 orang, sementara yang direhabilitasi baru 80 orang, sisanya rehabilitasi jalan,” terang Arnomowo.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Selama ini secara nasional peme­rin­tah baru mampu merehabilitasi pecandu sebanyak 18.000 orang per tahunnya. Diperkirakan, apabila jumlahnya pecandu masih tetap, maka akan membutuhkan waktu selama 200 tahun untuk bisa tuntas melakukan rehabilitasi.

Saat ini kata Arnowo,  Sumbar masih terbatas Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), dimana baru ada enam IPWL yang tersebar di kabupaten/kota, yakni di Kota Pa­dang sebanyak tiga Rumah Sakit (RS), Bukittinggi sebanyak tiga RS, Agam satu Puskesmas dan Paya­kumbuh satu Puskesmas.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

“Besarnya potensi pengguna narkoba di Indonesia, bagi para pengedar Indonesia sudah dibidik untuk dijadikan pasar narkoba oleh produsen dan pengedar. Malahan Kota Padang sudah menjadi transit jaringan narkoba internasional,” terangnya.

Besarnya penyalahgunaan nar­ko­ba kata Arnowo, telah menelan kerugian ekonomi dan sosial men­capai Rp61,3 triliun per tahunnya. Sehingga diperlukan langkah-lang­kah optimal.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

“Bagi pengedar dan produsen selayaknya untuk dihukum mak­simal seperti hukuman mati yang saat ini sudah dilakukan, sedangkan untuk pengguna kita rehabilitasi saja,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Irwan Prayitno ditemui usai acra deklarasi mengatakan, Pemprov Sumbar sa­ngat mendukung program tersebut. Pemprov akan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaannya. Selain itu juga menyediakan fasilitas pendukungnya berupa penambahan IPWL untuk mengakomodasi reha­bilitasi bagi pecandu.

“Setelah deklarasi ini  kita langsung action, tidak hanya dalam komitmen, tapi juga harus dukung dengan anggaran, termasuk ka­bupaten/kota. Jadi, kita akan ang­garkan dalam APBD Peru­bahan,” kata Irwan. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]