Warga Blokir Jalan, Eksekusi Lahan Batal


Senin, 16 Februari 2015 - 20:12:49 WIB
Warga Blokir Jalan, Eksekusi Lahan Batal

Lokasi objek perkara itu tepatnya berada di Jorong Markio atau seki­tar 1 km dari bandar Batangtalau yang diklaim penduduk Gantung Ciri sebagai batas nagarinya dengan Nagari Cupak. Lokasi objek perkara merupakan persengketaan antara Edi Salim Dt Basa, warga Nagari Cupak dengan Dahler Dt Rajo Rajo Johan, warga Nagari Gantung Ciri itu berada dalam wilayah Nagari Gantung Ciri.

Baca Juga : Sebanyak 1.805 Nakes di Kabupaten Pessel Ditargetkan Selesai Divaksin Januari 2021

Pihak Edi Salim Dt Basa meng­klaim lokasi yang menjadi objek perkara merupakan harta pusaka milik kaumnya yang diterima secara turun temurun. Pihaknya bahkan telah mengajukan gugatan ke penga­dilan dan kasus ini dimenangkannya melalui keputusan Pengadilan Ting­gi (PT) Padang pada tahun 2000 silam. “ Pada tahun 2002 juga dilak­sanakan eksekusi, tapi gagal karena kita menilai kasus ini cacat hukum,” kata Wali Nagari Gantung Ciri Arnold Piliang menjawab Haluan.

Apalagi, sebelum melakukan eksekusi, pihak penggugat dan pihak pengadilan negeri juga tidak pernah memberitahu pada pihak nagari, jika akan melangsungkan eksekusi di wilayah Nagari Gantung Ciri. “Ini persoalan batas nagari, harus didu­dukkan dulu dengan Nagari Cupak,” kata Arnold yang disaksikan Wali Nagari Cupak, Dasril, Kabag Ops Polres Arosuka, Kompol Mulyono yang dikerubuni ratusan warga.

Baca Juga : Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Pessel, 12 Positif dan 2 Sembuh

Arnold memandang cacat hu­kum­nya kasus ini lantaran, objek perkara yang dimohonkan eksekusi berada di Jorong Markio Nagari Gantung ciri, sementara dari amar putusan pengadilan menyebutkan objek perkara berada di jorong Sawah Taluak Nagari Cupak. “ Ini yang mencaplok namanya, ma­syarakat tidak terima hal ini, karena menyangkut harga diri nagari,” terang Arnold.

Lantaran itu, Arnold menyeb­ut­kan, aksi masyarakat ini bukan ingin campur perkara pribadi antara penggugat dan tergugat. Namun, karena dalam putusan PT tersebut, lahan perkara dibunyikan berada di Nagari Cupak, namun kenyataannya berada di wilayah Gantung Ciri yang membuat masyarakat tidak terima dan menghalangi eksekusi ini.” Kita juga sudah mengajukan upaya hu­kum, dan hal itu sedang berjalan. Namun eksekusi tetap dipaksakan,” terang Arnold.

Baca Juga : BMKG: Cuaca di Sejumlah Wilayah Sumbar Merata Hujan Ringan Siang-Sore Ini

Untuk menghalangi proses ese­kusi ratusan masyarakat Nagari Gantung Ciri tampak memadati jalan penghubung antara Nagari Gantung Ciri dan Nagari Cupak. Tak hanya pemuda, tokoh masyarakat ninik mamak, para ibu-ibu rumah tangga pun ikut turun ke jalan untuk menghadang ratusan personil polisi dari Mapolres Arosuka Solok de­ngan pihak panitera Pengadilan yang akan  melakukan eksekusi.

Tak hanya memagari batas naga­ri, sepanjang jalan menuju lokasi lahan perkara dari arah Cupak, masyarakat juga menutup akses jalan itu menghamparkan batu besar di tengah jalan, melintangkan pohon kelapa yang sengaja dibabat untuk menghalangi jalan, serta berbagai tumpukan kayu lainnya.

Baca Juga : Cuaca Hari Ini di Objek Wisata Sumbar, Sebagian Besar Hujan Ringan

Nyaris terjadi bentrok antara pihak pengamanan dengan ratusan masyarakat yang sudah siap dengan berbagai senjata seperti kayu dan batu ketika ratusan personel keama­nan dari Polres Arosuka turun ke lokasi ke kejadian. Melihat kondisi yang sangat tidak kondusif, Kabag Ops Polres Arosuka Kompol Mul­yono sebagai komando penga­manan mengatakan, jika meluruskan per­soa­lan nagari harus dibicarakan kedua belah pihak.

Pihaknya mengakui secara aturan hukum, pihak pemohon eksekusi telah  menang di pengadilan. Na­mun, dengan dihadang ratusan ma­syarakat seperti ini, tentunya nanti bisa berujung konflik di antara kedua belah pihak. “Saya tidak ingin eksekusi mengakibatkan korban. Baik di pihak kami sebagai penga­manan, apalagi masyarakat. Jadi, ada baiknya eksekusi ini diundur untuk mencairkan suasana,” ujar Kompol Mulyono yang didamping Kasat Rekrim Polres Arosuka AKP Abdus Syukur dan Kasat Intel Polres Arosuka Solok Iptu Sosmedya.

Wali Nagari Gantung Ciri, bersa­ma pihak keamanan dan pihak panitera yang akan mengeksekusi berhasil mendinginkan suasana setelah sekitar 2 jam berdiskusi.” Dari hasil diskusi, proses eksekusi lahan ini diundur, sampai adanya upaya duduk bersama untuk men­dudukkan batas nagari dengan kedua nagari,” terang Arnold men­dingin­kan warganya untuk segera mem­bubarkan diri. (h/ndi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]