Saksi Sebut Marlon Bertemu Pemilik Tanah


Selasa, 17 Februari 2015 - 20:09:12 WIB
Saksi Sebut Marlon Bertemu Pemilik Tanah

Dalam keterangannya Muf­hendris mengatakan, pro­ses tender fisik pengadaan RSUD Sungai Dareh dimulai pada 7 September hingga 16 oktober 2009 dengan pe­me­nang tender PT. Duta Graha Indah. Saat itu pekerjaan yang direncanakan yakni memasang fondasi dan pemerataan di lokasi yang disepakati di kilo­meter 5. Namun sebelum pe­kerjaan itu dilakukan oleh PT. Duta Graha Indah Prata­ma, berdasarkan informasi dari kepala dinas PU lokasi proyek dipindahkan ke kilometer 4 dengan alasan kawasan hutan Lindung.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Saat itu saksi mengaku sempat meninjau ke lapangan bagaimana kondisi kilometer 5. “Waktu saya meninjau ka­wasan tersebut kondisinya berupa rawa dan perkebunan karet, untuk menggunakan lahan te­rsebut harus dilakukan pemerataan, namun setau saya kondisi di kilometer 4 sama saja berupa rawa dan per­kebunan karet dan butuh pe­nimbunan,” ujarnya. Selain itu saksi juga mengakui bahwa ada per­­temuan Marlon dengan salah satu pemilik tanah Ha­­­riyati yang menanyakan ma­salah harga. “Waktu itu ada perte­muan antara Marlon, pemilik tanah dan sa­ya me­wakili Kepala Dinas PU. Da­lam pertemuan itu, Marlon sempat menanyakan berapa harga tanah, dan pemilik tanah meminta harga setinggi-ting­ginya na­mun Marlon meminta Rp100 ribu per meter,” ujar­nya.

Kesaksian Priyetti dan Musliani tak jauh beda. Di­hadapan majelis hakim yang diketuai Reno Listowo dan beranggotakan Jamaluddin dan M. Takdir keduanya me­ngakui bahwa memang ada pemindahan lokasi lahan un­tuk pembangunan RSUD Su­ngai Dareh tersebut. “Saya Cuma tahu kalau lokasinya dipindahkan. Mengenai harga, saya tidak tahu,” ucap saksi Priyetti.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Akibat perbuatan ter­dak­wa Marlon bersama-sama Bu­s­ra, Agus Khairul dan Agustin Irianto (sudah divonis pe­ngadilan sebelumnya, red) telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp4.289.­207.­250. Perbuatan terdakwa di­atur dan diancam dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b ayat (2) dan ayat (3) UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI no­mor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 jo psal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b ayat (2) dan (3) UU RI nomor 31 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 jo psal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

Seperti diketahui, mantan Bupati Dharmasraya, Marlon Martua sudah ditetapkan seba­gai tersangka pada 26 April 2011 dan jadi buronan sejak 21 Juli 2012 dalam kasus dugaan korupsi penggelembungan (mark-up) harga tanah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sei­dareh tahun 2009 yang me­rugikan negara Rp4 miliar. Marlon juga sudah dua kali dicekal. Terakhir perpanjangan masa cekal dikeluarkan Kejagung mulai 5 Februari hing­ga Agustus 2012. (h/hel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]