Profesor Malaysia Pelajari Sosialisasi UUD 1945 di UNES


Selasa, 17 Februari 2015 - 20:09:42 WIB
Profesor Malaysia Pelajari Sosialisasi UUD 1945 di UNES

Acara dibuka dengan pid­a­to kunci oleh Rektor, Andi Mustari Pide. Andi menye­butkan, Indonesia lebih dahulu melakukan sosialiasi kons­titusi melalui penataran P4 dan sosialiasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

Sementara itu, Dr. Otong Rosadi menyampaikan pan­dangannya, bahwa penyusunan Konstitusi Malaysia dan Indo­nesia mempunyai sejarah dan latar belakang yang beda. “Jika perlembagaan Malaysia disiap­kan dengan bantuan Inggris dan waktu yang cukup lama juga dengan mendapat masu­kan dari banyak kalangan,” jelas Otong.

Sedangkan Konstitusi disu­sun dalam kondisi lepas dari penjajahan, perjuangan ke­merdekaan. Konstitusi yang dihasilkan konstitusi kilat, Revolutie Grondwet. “Pada saatnya nanti, kalau keadaan tenteram kata Bung Karno, MPR berkumpul untuk me­lakukan perubahan/pem­ba­haruan. Ini menunjukkan, bah­wa konstitusi Indonesia selain memerlukan amandemen juga memerlukan sosialisasi, agar makna dan hakikat norma konstitusi dipahami war­ga­nya,” terang Otong lagi.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Ia menyebutkan, sejarah panjang Indonesia sosialisasi dilakukan melalui pendidikan civic hukum, kuliah Pancasila, pengajaran PMP, penataran P4 dan simulasi.

Sementara Alirman Sori, SH, MM, Mhum, Staf Ahli DPD menyampaikan, pasca reformasi setelah tak ada lagi penataran P4. Melalui MPR di bawah Pim­pinan Taufik Kie­mas, dilakukan sosialisasi 4 pilar yang dilakukan oleh ang­gota MPR (unsur DPR dan DPD). “Kini upaya itu terus dila­kukan dengan juga me­nambah model-model s­o­sia­lisasi FGD, seminar dan ce­ramah,” tan­dasnya.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Prof Dr. Nazri Muslim me­nye­butkan, risetnya ini dila­kukan, karena di Malaysia pemasyarakatan Perlem­ba­gaan tidak dilakukan secara massip. Hanya siswa sekolah mene­ngah saja yang men­dapatkan materi Sejarah Per­lem­bagaan (Kons­titusi) M­a­lay­s­ia dalam mata pelajaran Sejarah, sele­bihnya tidak. Hanya ma­ha­siswa Fakulti Undang-undang (Fakultas Hu­kum) saja yang mem­pe­lajari perlembagaan secara lengkap. Inilah yang men­dorong dia untuk mela­kukan riset ba­gaimana cara atau model In­donesia mela­kukan sosialisasi UUD 1945. Acara FGD ini dihadiri oleh kalangan terbatas wakil maha­siswa, dosen U­NES dan Pim­pinan Univer­sitas Eka­sakti. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]