16 Tahun Terpasung Tanpa Jaminan Sosial


Selasa, 17 Februari 2015 - 20:18:29 WIB
16 Tahun Terpasung Tanpa Jaminan Sosial

16 tahun Manyur tabah merawat cucu kesayangannya, meski dia harus ngesot ke sana – ke mari untuk memenuhi keperluan Andi. Rupanya ke­dua­nya tidak dapat program bantuansosial/kesehatan se­misal BLSM, BLT, Jamkes­mas/ Jamkesda, JPS dan ras­kin. Terkadang makan  terka­dang tidak.  Selain itu sebagai warga negara seisi rumah tidak memiliki dokumen seperti KTP, KK dan lain-lain.

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Ini sungguh luar biasa, dengan posisi domisili di pusat peradaban Nagari Kambang dua orang ini luput dari “sa­paan” program sosial. Tulang punggung keduanya adalah Imas ibu Andi yang jadi buruh tani tidak tetap. Ayah Andi sudah lama meninggal dunia.

Haluan pada hari Minggu (15/2) bersama Abdul teman sebaya Andi menapaki jalan-jalan sempit di Koto Pulai. Lebih kurang 20 meter, setelah melewati gang sempit itu, akhirnya sampai di sebuah rumah semi permanen.

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Memasuki rumah itu alat pe­n­ciu­man langsung disergap bau lem­bab dan pesing. Di ruang tamu rumah itu kami disambut kursi plastik reot warna hijau. Kemudian sebuah tempat tidur di pojok rua­ngan seorang wanita tua bernama Manyur sedang mengaduk sesuatu dalam gelas. Tempat tidur itu beralas kain dengan warna entah merah, en­tah cokelat, entah abu-abu, entahlah.

Di antara minimnya cahaya terlihat sosok laki-laki ringkih duduk de­ngan tangan kanan terikat rantai besi ke sebuah tiang. Dua ruas tulang tertutup kulit yang biasa disebut kaki itu, terlihat pucat dan kaku. Wajah dengan tatapan kosong melengkapi disabilitas pemilik wajah pucat non ekspresif itu.

Baca Juga : Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

“Namonyo Andi Nasrul, cucu ambo. Umua Andi 32 tahun. Inyo alah sakik sajak umua limo baleh tahun,” kata Manyur yang juga ringkih terbata-bata.

Di antara kegelapan itu, tiba-tiba Andi menggerakan tangan tulang berkulit yang nyaris kaku itu. Dengan sisa energinya, Andi ayunkan telun­juk ke arah Haluan dan sahabatnya. Mulut yang sulit terkatup itu menge­luarkan suara. Entah apa yang diucap­kan Andi. “Ooo, Andi ma­nun­juak kawan inyo,” kata neneknya.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

Jelas terlihat Andi sangat ba­hagia jika orang lain memahami cara komunikasinya yang aneh itu.

Bau pesing dan debu kian kuat, karena cahaya masuk tidak mema­dai. Setelah saklar dipencet, terlihat sekeliling pemandangan yang sangat menyesakkan dada. Tempat duduk Andi selembar tikar plastik dan di atasnya ada bantal yang sudah ber­ubah bentuk. Semuanya kusam. Entah berapa tahun tidak dicuci.

Nenek Manyur kemudian turun dari tempat tidur, ia ngesot menuju Andi dengan sebuah gelas di tangan. Gelas itu diterima Andi dan memi­numnya sekali tenggak.

Wartawan Haluan mengulurkan tangan. Terasa jari-jari kakunya men­coba menggenggam jari kami untuk diupayakan diciumnya. “Andi ini ada makanan ringan, boleh dima­kan  langsung,” kata Haluan mena­han rasa hiba. “Dan kalau besok-besok butuh kebutuhan lain, ini titipan hamba Allah,” kata wartawan Haluan.

Andi beringsut mendekat kami. Air yang menetesi tangannya baru­san membuat dia memperhatikan wajah kami satu persatu dengan cermat. Tak lama kemudian dia buka mulut lebar seperti menangis tapi tanpa suara.

Ya Allah, menangis pun dia tak sanggup lagi. Dia histeris. Digon­cangnya rantai di tangan. Kami terpana dan berupaya mene­nang­kannya. Siapapun yang punya hati pasti tak kuat menyaksikan peris­tiwa yang menguras emosi itu. “Nak, mohon bantu kami men­dapatkan hak Andi. Kami tak mampu ber­suara keluar karena kami orang kecil,” kata Nenek Andi kepada kami sembari menitikkan air mata. **

 

Laporan:
HARIDMAN KAMBANG

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
  • Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Rabu, 30 Desember 2020 - 17:58:00 WIB

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN Sebenarnya rakyat dalam kondisi sulit seperti sekarang ini tidaklah meminta yang muluk-muluk atau berlebihan kepada pemerintah. Rakyat tampaknya hanya mengiginkan, agar di tahun 2021 nanti pemerintah menciptakan situasi bangs.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]