Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Tiku


Kamis, 19 Februari 2015 - 18:50:43 WIB
Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Tiku

“Sejauh yang kami ketahui pelabuhan yang dibangun di Tiku hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat kapal. Sementara nelayan meng­ingin­kan pelabuhan itu juga mampu berfungsi sebagai pelindung bagi kapal, bagan, hingga biduk kecil milik nelayan Tiku,” kata Perwakilan Forum Tiku, Boy Basri Tanjung, saat mengun­jungi, DPRD Agam, Selasa (17/2).

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 5 Orang

Ia menjelaskan, pemba­ngunan pelabuhan di Tiku secara umum menguntungkan masyarakat. Tetapi hingga saat ini nelayan tidak memiliki tempat berlabuh yang bisa mengamankan kapal nelayan. Sementara pembangunan yang sekarang hanya untuk tempat membongkar barang.

Alhamdulillah kedatangan kami diterima oleh Komisi I DPRD Agam. Keluhan ini sudah secara resmi kami sam­paikan. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti. Dengan hal itu pembangunan benar-benar dirasakan mamfaat bagi nela­yan Tiku,” jelasnya.

Baca Juga : Kota Padang dan Tanah Datar Sumbang Pasien Positif Covid-19 Terbanyak di Sumbar

Dikatakan Boy, nelayan sangat membutuhkan pela­buhan penyelamatan kapal. Apabila bulan terang atau cuaca buruk nelayan bahkan pergi ke Padang, untuk me­nyan­darkan kapal karena be­lum ada tempat yang aman di perairan Tiku. Untuk mela­kukan hal itu, nelayan harus merogoh dana yang cukup besar. Akan jauh bermamfaat jika pelabuhan itu disertai tempat kapal menyandar.

Ninik mamak Nagari Tiku, Barsril Panungkek DT Sirajo mengatakan, pembangunan pelabuhan harus melibatkan unsur Nagari Tiku. Jangan hanya merangkul sebagian, tetapi juga melibatkan masya­rakat yang lain. Seluruh unsur ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh ma­sya­rakat harus dilibatkan.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.803 Kasus

Dikatakan Basril, Forum Tiku tidak berniat untuk meng­halang-halangi pembangunan pelabuhan itu. Tetapi hanya menginginkan pambangunan itu memiliki nilai manfaat. Jangan sampai pembangunan menjadi mubazir, sedangkan dana yang digunkan untuk pembangunan cukup besar.

Sementara itu Kepala Di­nas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto membantah, jika pem­bangu­nan pelabuhan tersebut tanpa disertai tempat bagi perlin­dungan kapal. Pembangunan pelabuhan kapal di Tiku dila­kukan dengan lengkap untuk kepentingan nelayan dan ma­sya­rakat.

Baca Juga : Satpol PP dan Damkar Solsel Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

“Rencana pembangunan pelabuhan Tiku sudah dira­nc­ang sedemikian rupa. Master­plan dan amdalnya sudah tunas. Pemba­ngunan itu semata-mata untuk kepentingan masyarakat banyak. Secara umum seluruh masya­rakat Tiku mendukung, kalau­pun ada pihak yang me­no­lak, itu merupakan oknum,” ungkapnya.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten agam, Feri Adrian­to, mengatakan, pada prin­sipnya dewan dan meng­ako­modir pengaduan dari ma­syarakat. Sejauh ini tahapan pembangunan itu sudah berja­lan dengan baik.

“Apapun bentuk aspirasi dari masyarakat kami terima. Yang pasti dewan mendorong agar pembangunan itu meli­batkan seluruh masyarakat. Pada prin­sipnya pemerintah tentu meren­cakan pem­bangu­nan tidak akan meru­gikan masyarakat.

Pembangunan Pelabuhan Tiku dimulai di tahun 2014 dengan mengggunakan dana sekitar RP5 miliar dari Ke­men­terian Kelautan dan Per­ikanan. Dengan dibangunnnya pelabuhan ini, diharapkan kapal tangkap ikan nelayan bisa terlindung dari hempasan ombak. (h/yat)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]