Sumbar Tak Diminati Investor


Kamis, 19 Februari 2015 - 19:11:17 WIB
Sumbar Tak Diminati Investor

“Iklim investasi di Sumbar ma­sih sangat lemah dari pada provinsi lainnya. Jika pemerintah tidak berubah, Sumbar akan terus keting­galan. Padahal provinsi tetangga Sumbar telah berkembang pesat,” katanya saat ditemui Haluan, dalam acara menyambut Tahun Baru Im­lek 2566 di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (19/2).

Baca Juga : Terdampak Pandemi Covid-19, Angka Pernikahan di Kota Padang Turun 10 Persen

Tuako kelahiran Payakumbuh itu menyatakan, sekarang perubahan dan peningkatan pembangunan di Sumbar tidak nampak secara signi­fikan. Selama 10 tahun belakangan, hampir tak ada perubahan berarti.

Menurut Junaidi, banyak para perantau Minang baik dari etnis Minang maupun etnis Tionghoa yang mengalihkan investasinya ke daerah lain. Disebabkan karena keadaan kondisi daerah dan peme­rintahan Sumbar itu sendiri, banyak investor enggan berinvestasi di Sumbar.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

Dikatakannya, provinsi di seke­liling Sumbar seperti Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara dan Pro­vinsi Jambi lebih diminati investor. Karena mereka memberikan kemu­dahan-kemudahan bagi investor sehingga investor melirik ke daerah dan mengucurkan dana dalam jum­lah besar ke daerah tersebut.

Dijelaskannya, saat ini perantau asal Minang dari etnis Tionghoa telah tersebar di penjuru dunia, seperti Jakarta, Malaysia, Beijing, Singapura, Hongkong dan lain seba­gain­­nya. Mereka meninggalkan Sumbar sejak era 1960-1970-an. Saat ini, banyak dari mereka yang telah berhasil.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

Mereka dahulu, kata Junaidi  dilahirkan di Sumbar dan pergi merantau. Sama seperti orang Mi­n­ang yang suka merantau. Saat ini peran mereka belum banyak dilirik oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.

“Baik dari etnis Tionghoa mau­pun etnis Minang, banyak yang sukses di rantau. Tapi kebanyakan mereka belum merasa tertarik untuk investasi di Sumbar. Kita harus evaluasi hal tersebut,” katanya.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Ketua Komisi II (Bidang Per­ekonomian) DPRD Provinsi Sum­bar, Sabar AS mengatakan penilaian Sumbar tidak menarik bagi investor tidak tepat. Sebab, sejauh ini dia melihat Sumbar selalu terbuka terhadap investor yang ingin mena­namkan modalnya di Sumbar. “Jika ada yang bermasalah, itu hanya karena miss komunikasi saja,” katanya melalui sambungan telepon tadi malam.

Terkait dengan keluhan investor, menurutnya tidak ada alasan bagi jajaran pemda di Sumbar mem­persulit investor yang akan mena­nam modal. Pasalnya ini akan berpe­ngaruh terhadap target RPJMD Provinsi Sumbar.

“Jika kita tak terbuka yang akan rugi tentunya kita sendiri. Dan, itu tak mungkin dilakukan karena kita tak mau rugi. Malahan yang sering kita temukan itu adalah, ke­sem­patan sudah diberi tapi investornya yang kurang serius,” kata Sabar sembari mengatakan DPRD Sum­bar siap menerima keluhan in­vestor yang merasa dipersulit  proses perizinan investasinya. (h/lex/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]