Lembaga Survei Mulai Digandrungi Bacakada


Jumat, 20 Februari 2015 - 19:54:06 WIB
Lembaga Survei Mulai Digandrungi Bacakada

“Sebenarnya yang resmi atau perjanjian hitam di atas putih belum ada, namun ada beberapa yang sudah meng­hubungi kami meminta tolong melakukan survei awal, tapi kan hasilnya kami serahkan sama mereka karena untuk internal,” ujar Asrinaldi yang juga pengamat politik ini, kemarin.

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

Survei awal yang dilakukan tersebut belum tentu juga untuk balon gubernur, karena yang meminta dilakukan sur­vei awal itu bukan hanya balon yang sudah mendaftar tapi ada perorangan yang ingin me­ngetahui popularitas dan elek­tabilitasnya di masyarakat.

“Survei awal ini ada yang ingin mengetahui bagaimana peta-peta, atau isu-isu yang yang berkembang di masya­rakat terkait balon kepala daerah dan isu-isu yang perlu menjadi perhatian oleh me­reka,” ulasnya.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

Terkait item variabel dan pertanyaan dalam surveinya sangat tergantung dari per­mintaan dan apa yang akan dite­liti. Karena masing-ma­sing kebutuhannya berbeda-beda. “Misalnya ada 30 varia­bel dan dalam satu variabel itu bisa enam atau tujuh per­tanyaan, tergantung per­mintaan­nya apa yang akan dilakukan penelitian. Semakin besar sampling dan wilayah maka besar juga anggarannya,” ujarnya.

Untuk idealnya survei ini dilakukan minimal tiga kali, yang pertama saat pemetaan awal, yang kedua saat perte­ngahan menyusun strategi, dan yang ketiga dua atau tiga ming­gu sebelum hari H. Dika­takannya, range untuk sekali turun surveinya berkisaran Rp75 hingga Rp100 juta.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Di tempat terpisah, Andri yang juga dari Spektrum Poli­tika Institute (Mika Konsultan) mengatakan bahwa masing-masing balon gubernur itu sudah mempunyai konsultan, contohnya saja Epiyardi Asda konsultannya dari Jakarta, dan bebepara balon yang lainnya juga sudah ada konsultan.

“Untuk yang menghubungi kami sudah ada empat balon, na­mun belum diputuskan ma­na yang akan diambil. Diantara yang empat itu ada yang balon gubernur, bupati dan wali­kota,” ungkapnya.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Ketika ditanya soal range atau biaya untuk sekali turun survei ia mengatakan  untuk wilayah Sumbar berkisaran Rp180 juta, sementara untuk bupati dan walikota sekitar Rp40 juta. Patokan range ini jika dibandingkan dengan dae­rah atau provinsi lainnya ter­bilang rendah, karena SDM nya bisa diambil dan di berada Sumbar. Tapi anggaran terse­but tergantung paketnya, dan apa yang ingin diteliti.

“Setelah survei awal ter­nyata balon tersebut kurang atau tidak mempunyai po­pularitas dan elektabilitas, maka kami akan menawarkan pa­ket selanjutnya. Yakni bagai­mana mendongkrak po­pu­laritas dan elektabilitasnya di masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, peneliti dari Revolt Institute Eka Vidia Putra mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapatkan atau menerima permintaan untuk survei. Hal ini dise­babkan belum adanya kepas­tian tahapan Pilkada oleh KPU, meskipun Perppu Pil­kada sudah disahkan.

“Karena belum ada keje­lasan itu, tentu mereka me­nyusun langkah dan strategi apa yang akan dilakukan,” ujarnya.

Terkait poin atau jumlah item yang lumrah digunakan oleh peneliti menurutnya ber­beda-beda, karena yang akan diteliti tentunya mempunyai rule masing-masing. Namun kalau bicara soal balon tentu­nya yang akan diketahui ada­lah bagaimana popularitas dan elektabilitasnya di masyarakat.

“Tidak hanya sekedar itu, kadang orang juga ingin me­ngetahui hal-hal lain, seperti variabel tentang bagaimana padangan masyarakat terhadap daerah ini ke depannya, atau berbicara tentang kebutuhan masyarakat. Masing-masing variabel mempunyai perta­nyaan yang berbeda-beda, tapi kalau orang hanya sekedar ingin tahu bagaimana popu­laritas dan elektabilitasnya tujuh pertanyaan juga bisa,” jelas Eka.

Tapi lebih dari itu, Baca­kada juga ingin menggali lebih jauh apa kebutuhan masya­rakat, supaya bisa mengatur bentuk kampanyenya, kam­panye yang pas pada media, tagline yang pas bagaimana dan hal itu membutuhkan le­bih banyak pertanyaan.

Untuk Revolt Institute sendiri menerima dan me­nyarakan dua item pada balon, yakni menerima survei dan menerima konsultasi jika ada balon yang ingin berkonsultasi, nanti dalam konsultasi terse­but akan dibahas bagaimana hasil survei dan apa saja yang perlu dilakukan langkah-lang­kahnya ke depan dalam men­dongkrak popularitas dan elek­tabilitasnya.

Sementara itu, salah seo­rang balon Gubernur Sumbar Taslim Caniago mengatakan untuk saat ini belum ada ren­cana akan menggunakan jasa lembaga survei, untuk menge­tahui popularitas dan elek­tabilitasnya di masyarakat.

“Kalua untuk saat ini be­lum ada rencana, namun un­tuk ke depannya sih saya ada kemung­kinan akan ada me­minta tolong pada lembaga survei untuk melakukan pene­litian,” ung­kapnya, Jumat (20/2).

Menurutnya, survei terse­but perlu dilakukan untuk me­ngetahui bagaimana per­soalan yang ada di masyarakat, dan apa saja yang dibutuhkan ma­sya­rakat Sumbar saat ini su­paya bisa mensinkronkan de­ngan visi misinya ke depan.

Dari survei tersebut juga dapat dilihat bagaimana pan­dangan masyarakat tentang pembanggunan di Sumbar, dan bagaimana pandangan masyarakat terhadap kepala daerah, serta kepala daerah seperti apa yang dibutuhkan oleh masdyarakat untuk mem­bangun Sumbar ke depan me­nuju pembangunan yang me­rata dan lebih baik.

“Selain itu juga untuk me­lihat sejauhmana elek­tabi­litas saya, dan melihat isu yang berkembang di masyarakat yang perlu menjadi perhatian kita. Yang pastinya juga dapat mengatur kampanye dan so­sia­­lisasi seperti apa nanti yang akan dilakukan,” u­lasnya.

Ketika ditanyakan apakah ia akan menggunakan lembaga survei daerah atau pusat, ia mengatakan berencana akan menggunakan lembaga surver dari Jakarta saja. Namun ren­cana tersebut belum final, karena tergantung sponsor nantinya. (h/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]