Apa Benar Investor Tak Minati Sumbar?


Jumat, 20 Februari 2015 - 20:01:31 WIB
Apa Benar Investor Tak Minati Sumbar?

Tentu saja harapan kita, reaksi itu bukan untuk menutup-nutupi, tapi lebih pada menjelaskan kondisi yang sebenarnya melalui capai-capaian yang telah diraih oleh Sumbar di bidang investasi berdasarkan data dan fakta. Karena jika hanya untuk menutup-nutupi, tentu Sumbar yang akan rugi dan semua elemen di daerah ini tidak pernah akan tahu di mana letak persoalan daerah Sumbar sesungguhnya, sehingga bisa tertinggal dari provinsi-provinsi yang mengelilingi Sumbar.

Baca Juga : Denny Siregar Bela Jokowi Ngaku Tak Incar Jabatan Komisaris, Tapi...

Tentu tidak salah jika Tuako Junaidi Perwata menyam­paikan kondisi yang dikeluhkan sejumlah pemodal yang akan berinvestasi di Sumbar secara terbuka melalui media massa. Termasuk ketika yang bersangkutan menyatakan bahwa salah satu penyebab dari kondisi itu karena masih rumit dan sulitnya proses pengurusan perizinan di Sumbar dan lain sebagainya.

Tetapi tentu perlu pula disadari bahwa membangun situasi yang kondusif bagi tumbuhnya investasi di sejumlah daerah bukan hanya menjadi tugas dan beban kepala  daerah atau pemerintah daerah sepenuhnya. Termasuk faktor penyebab menarik atau tidak menariknya berinvestasi di daerah tertentu, bukan saja menjadi tanggung jawab kepala daerah dan jajarannya di pemerintahan daerah. Tapi pengaruh dan sumbangsih banyak pihak.

Baca Juga : Jokowi Targetkan Vaksinasi COVID Rampung Setahun

Persoalan masih belum optimalnya, sulit atau rumitnya proses perizinan di wilayah Sumbar mencakup di pe­merintahan daerah provinsi, kota, kabupaten, bisa saja terjadi. Tetapi tentunya bukan hanya itu yang menjadi penyebab investor tidak berminat menanamkan modalnya di Sumbar. Banyak lagi hal lainnya. Penyebab lain di antaranya, karena investor  lebih memilih daerah yang memiliki akses lebih dekat ke perairan timur pantai Pulau Sumatera, atau ke Selat Malaka, karena dekat dengan Singapura. Rumitnya persoalan kepemilikan lahan atau tanah di Sumbar juga menjadi salah satu penyebab utama. Berikutnya, Sumbar sebagai daerah yang rawan bencana alam juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor ketika akan masuk ke Sumbar.

Selanjutnya letak geografis wilayah Sumbar di Pulau Sumatera juga tidak terlalu strategis, karena tidak berada persis di jalur  Jalan Lintas  Sumatera. Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kepri sama-sama memiliki letak geografis yang lebih strategis dibandingkan Sumbar, baik dari sisi kelautan  atau pun jalur darat. Berikutnya, juga disebabkan oleh budaya dan karakter masyarakatnya yang kadang tidak kondusif bagi kegiatan investasi.

Baca Juga : Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme

Cepat atau lambat, tinggi  dan rendah angka pertumbuhan investasi di Sumbar semestinya buka saja menjadi perhatian kepala daerah Pemprov Sumbar saja, tetapi banyak elemen yang mestinya risau akan kondisi tersebut. Masyarakat mestinya juga memiliki kesadaran yang baik untuk mencip­ta­kan situasi yang kondusif bagi kegiatan investasi. Persoalan la­han sewaktu-waktu bisa menjadi bom waktu bagi kegiatan investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BKPM dan PPT) Provinsi Sumbar Masrul Zein, membantah Sumbar tidak lagi diminati investor, sebagaimana pernyataan Tuako HBT Pusat Junaidi Perwata. Menurut Masrul Zein masih banyak investor yang ingin menanamkan investasinya di Sumbar,  terutama dalam eksplorasi panas bumi. Potensi panas bumi yang ada di Sumbar begitu diminati investor luar negeri, salah satunya yang dilakukan perusahaan asal Turki Hytai Group.

Baca Juga : Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila

Hitay Energy asal Turki, sudah menggarap dua titik panas bumi di Sumbar yaitu di Pincura, Kabupaten Pasaman Barat dengan potensi 50 MW, Kotobaru Marapi Kabupaten Agam dengan potensi 50 MW. Tahun 2015, Hytai berencana akan menambah satu titik baru ekplorasi panas bumi di daerah Panti, Kabupaten Pasaman dengan potensi 150 MW.

Data pada BKPM dan PPT Provinsi Sumbar, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) 2014 juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 29,56 juta USD (sekitar Rp380 miliar) atau naik 123 persen di atas target sebesar 24 juta USD (Rp312 miliar). Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), realisasi investasinya mencapai Rp1,2 triliun atau naik 256,88 persen dari target Rp480 miliar. Tentu saja kita semua ingin, investasi di Sumbar makin tumbuh, bukan malah banyak yang hengkang ke  daerah lain. Semoga! ***

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 Januari 2021 - 11:00:24 WIB

    Denny Siregar Bela Jokowi Ngaku Tak Incar Jabatan Komisaris, Tapi...

    Denny Siregar Bela Jokowi Ngaku Tak Incar Jabatan Komisaris, Tapi... Denny Siregar tampil sering membela pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ia pin menjawab sindiran dari kubu oposisi soal motifnya terus menerus membela Jokowi..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 10:43:23 WIB

    Jokowi Targetkan Vaksinasi COVID Rampung Setahun

    Jokowi Targetkan Vaksinasi COVID Rampung Setahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi COVID-19 rampung di akhir tahun 2021. Alasannya, kata Jokowi, Indonesia memiliki 30 ribu vaksinator dan sejumlah faktor penunjang lainnya..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 10:29:07 WIB

    Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme

    Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai kembali menjadi sasaran rasisme. Pigai menyebut, selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), orang Papua kerap menjadi sasaran rasisme. Dia juga m.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 10:06:49 WIB

    Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila

    Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila Salah satu akun Facebook dengan nama Ambroncius Nababan bikin heboh jagat maya. Dia melakukan rasis kepada mantan Komisioner Komnas HAM yang juga tokoh Papua, Natalius Pigai yang menyandingkan foto Pigai dengan Gorila. Foto t.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 09:50:53 WIB

    Sejoli Mesum di Halte Bus Senen Ditangkap Polisi

    Sejoli Mesum di Halte Bus Senen Ditangkap Polisi Kasus sejoli mesum di halte bus di Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat sudah terungkap. Kini, kedua orang tersebut telah berhasil diamankan..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]