Polres Solok Selatan Tangkap Tersangka Bandar Sabu


Jumat, 20 Februari 2015 - 20:09:17 WIB
Polres Solok Selatan Tangkap Tersangka Bandar Sabu

Selain paket sabu, polisi juga mengamankan dua bong (alat hisap sabu) berbentuk botol minum bayi dan timba­ngan sabu. Polisi juga menyita STNK motor, STNK mobil Avanza hitam yang merupakan mobil rental, mancis, 1 unit handphone merk Samsung, dan uang senilai Rp 2.000.000, yang terdiri dari 18 lembar Rp 100.000 dan 4 lem­bar Rp 50.000.

AKBP Ahmad Basahil me­ngungkapkan, saat ditang­kap, tersangka sedang berada di dalam rumah bersama sua­mi­nya, Indra alias Insongo (45), yang juga seorang bandar narko­ba. Namun, Indra kabur saat po­lisi memasuki rumah tersebut.

“Saat anggota membawa Sasmayeni dengan meng­guna­kan mobil, Indra mengejar anggota dengan mobil Avanza hitam karena marah istrinya ditangkap. Indra menabrak bagian samping mobil anggota sehingga kaca spion bagian kiri mobil itu copot. Anggota ke­mu­dian menembak ban mo­bil Indra dua kali di kawasan Koto Tinggi. Indra lalu kabur de­ngan kondisi ban mobil kem­pes. Saat akan kabur, dia me­nantang polisi. Katanya, polisi tak akan bisa menang­kapnya. Anggota terus menge­jar Indra, sampai akhirnya anggota me­ne­mukan mobil Indra di Sim­pang Limau. Na­mun, Indra tidak ditemukan di dalam mobil tersebut,” tutur­nya saat ditemui di Mapolres Solsel, Jumat (20/2).

Pihaknya memasukkan In­dra dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Indra diprediksi masih berada di wilayah Solsel.

“Indra merupakan resi­divis kasus sabu. Sebelumnya, dia pernah dipenjara di Batu­sangkar karena mengedarkan sabu. Indra sudah bertahun-tahun menjadi bandar sabu di Solsel. Dulu pernah ditangkap, tapi polisi tak menemukan barang bukti, sehingga dia lepas. Sementara Sasmayeni adalah pelaku baru. Sasmayeni sudah dites urin. Hasilnya negatif. Dia hanya bandar,” sebutnya.

Menurut pengakuan Sas­mayeni, pekerjaan sehari-hari­nya adalah ibu rumah tangga. Sedangkan Indra meru­pakan petani cabai. Namun, kata Ahmad Basahil, pihaknya tak percaya bahwa Indra petani cabai, sebab tak mungkin bisa merental mobil sekian lama dan membiayai kuliah anak­nya. Pihaknya yakin bahwa Indra menguliahkan anaknya dengan hasil menjual sabu.

Akibat perbuatan ter­sang­ka, Polres Solsel men­jeratnya dengan pasal 112 KUHP ayat 1 juncto 114 ayat I tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Ahmad Basahil mencerita-kan, penang­kapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat  karena resah dengan keberadaan tersangka. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, dicekoki nar­ko­ba oleh pengedar.

“Narkoba di Solsel telah menyentuh lapisan masyarakat paling bawah hingga ke pelajar. Oleh karena itu, kami bertekad memberantas bandar dan pe­nge­dar narkoba di Solsel ka­rena perbuatan mereka su­dah sangat fatal, seperti me­rusak generasi bangsa,” tegasnya. Penangkapan tersangka kasus sabu kali ini, kata Ahmad Basahil, merupakan ke­dua kali di Solsel selama tahun 2015. Sementara sejak dirinya menjabat Kapolres Solsel pada 2014, merupakan penang­ka­pan yang kelima. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]