Hasil Autopsi, Korban Mati Lemas


Jumat, 20 Februari 2015 - 20:26:30 WIB
Hasil Autopsi, Korban Mati Lemas

Menurut Agoeng, pihaknya akan terus berupaya untuk menggali kembali keterangan dari saksi-saksi karena sangat penting untuk menin­dak­lan­juti kasus yang menye­dot perhatian itu. Hing­ga kini, sudah 18 saksi yang dimintai keterangan.

Baca Juga : Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19, Bupati Tanah Datar Sampaikan Bahaya Pandemi

“Sayang, keterangan yang kami dapat justru menyebutkan banyak versi informasi yang diterima dari saksi-saksi. Ujung-ujungnya, mereka me­ngaku dapat cerita dari orang lain,” ujar Kapolres.

Meski demikian, Polres Pasaman berjanji menun­tas­kan kasus ini. “Keterangan saksi masih kabur. Kalau ada yang punya informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, kami minta untuk membantu kepo­lisian untuk titik terang peris­tiwa ini,” ujar AKBP Agoeng SW.

Baca Juga : Termin ke Dua Tahap I, Sumbar Terima Lagi 29.880 Dosis Vaksin Sinovac

Saat ini, Polres Pasaman sedang mencari saksi kunci kejadian ter­sebut. “Kalau autopsi, kan korban ini mati lemas. Kita tidak bisa memastikan, mati lemas karena apa. Ini lagi kita dalami,” terangnya.

Kapolres menyebutkan, dari kete­r­a­ngan tiga orang saksi yang dimintai keterangan, membenarkan korban Dewi dijemput oleh Brigadir N.

Baca Juga : Dinkes Padang Pariaman Terima Vaksin Covid-19 dari Dinkes Provinsi

Namun yang jadi persoalan saat ini, tidak ada yang menguatkan kalau korban dicekik sampai lemas dan kemudian dijatuhkan, seperti rumor yang beredar di tengah masyarakat.

“Ada saksi Mr. X. Katanya si saksi, ia berada 100 meter dari TKP. Posisi membelakangi korban. Dia mendengar bunyi benda jatuh dan suara minta tolong. Tapi suara laki-laki,” ungkapnya.

Baca Juga : RSUD Tapan Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 Pada Lintas Sektor

Kapolres berjanji akan menun­taskan kasus ini. “Saya akan tegakan hukum seadil-adilnya. Tidak mung­kin oknum yang salah akan kami lindungi. Tapi tunggulah dulu. Biar kita agak lama menyelidiki kasus ini, dari pada dipaksakan,” terangnya.

Terkait Brigadir N, dia sudah pernah dilaporkan ke Polres. Ok­num N sudah diberi teguran secara instansi untuk tidak menjalin hu­bungan dengan korban Dewi pada Oktober 2014 lalu.

“Tapi kenyataannya, N masih tetap menjalin hubungan. Di sisi lain, korban Dewi kan juga PNS. Pastilah dia juga pernah ditegur serupa. Tapi saya tidak tahu,” ungkapnya.

N sudah dikurung 18 hari di sel Mapolres Pasaman. “Sanksi untuk Brigadir N nantinya berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh Propam Polres Pasaman,” pungkasnya. (h/tim)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]