Sentra Batu Akik Bukittinggi Belum Ramai


Jumat, 20 Februari 2015 - 20:40:24 WIB
Sentra Batu Akik Bukittinggi Belum Ramai

“Mungkin karena masih baru, jadi jual belinya tidak seberapa. Tapi lama kelamaan, saya yakin akan banyak orang datang kesini. Saat ini, jumlah pengunjung belum sebanyak saat kami jualan di kawasan Janjang 40,” ujar Ari (37), salah seorang pedagang batu akik ketika ditemui Haluan, Jumat (20/2).

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Ari adalah pedagang batu akik yang mulai jualan semen­jak setahun lalu. Sebelum hij­rah ke kawasan Sentra Batu Akik, Ari berjualan di sekitar Jan­jang 40 Bukittinggi, yang lokasinya tak jauh dari kawasan Sentra Batu Akik itu. Memang, sebagian besar yang berjualan di Sentra Batu Akik itu adalah pedagang yang selama ini berjualan di Janjang 40.

Ari sendiri mengaku telah me­nge­nal batu akik semenjak kecil, karena orangtuanya memang pecinta batu akik. Baru sekitar setahun lalu Ia mulai berjualan batu akik, saat batu akik mulai banyak diburu orang.

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Tapi yang dijual Ari adalah khusus bahan saja. Bahan itu sendiri didapatkannya dari beberapa kena­lannya di sejumlah daerah di Indo­nesia, baik dari daerah Sumbar sendiri, maupun dari berbagai dae­rah lainnya seperti Aceh, Bengkulu, Jambi dan sebagainya.

Dari Aceh misalnya, Ari men­dapatkan berbagai jenis bahan, seperti bahan idocrase Belim­bing, Pucuk Pisang, Nefrit, Laven­der, serta bahan giok lainnya.Sementara dari Pesisir Selatan mendapatkan bahan Muaro Sakai, Badar Lumut, Lumut Ujung Tanjung, Batik Ujung Tanjung dan sebagainya.

Baca Juga : Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

Harga yang djual Ari-pun ber­variasi, mulai dari Rp200 ribu perkilogramnya hingga mencapai Rp1,5 juta perkilogram. Begitu juga dengan jenis bahan yang diburu pengunjung menurutnya sangat bervariasi, karena selera konsumen berbeda.

Uniknya, ternyata tak hanya kaum Adam yang mencari bahan di tempat jualannya, tapi kaum hawa juga tak kalah banyaknya. Bahkan anak-anak yang masih sekolah diakui Ari juga banyak membeli bahan di tempatnya.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

“Para bule juga ada yang beli, seperti bule dari Australia, walaupun jumlahnya tidak banyak. Wisatawan dari Malaysia juga ada yang beli,” tutur Ari.

Ari mengaku hanya menjual bahan yang berasal dari dalam negeri, karena menurutnya bahan dari dalam negeri banyak yang bagus dan patut diperkenalkan ke tingkat mancanegara. Dengan alasan itu Ia tidak menjual bahan yang berasal dari luar negeri.

Tak hanya menjual bahan di Sentra Batu Akik Bukittinggi, tapi Ari juga telah merambah dunia online dalam penjualan bahan. Namun diakuinya, penjualan secara online tidak banyak diminati, ka­rena konsumen tidak bisa langsung me­lihat bahan yang dijual.

Terkait masalah omset, dulu sewaktu jualan di kawasan Janjang 40, Ari bisa meraup omset antara Rp1 juta hingga Rp30 juta perhari. Namun saat baru berjualan di ka­wasan Sentra Batu Akik, omsetnya belum terlalu banyak.

Ia berharap Pemerintah Kota Bukittinggi menggiatkan sosialisasi keberadaan Sentra Batu Akik agar bisa dikenal dan diketahui orang banyak, serta meningkatkan fasilitas dan keindahan kawasan Sentra Batu Akik, agar semakin diminati banyak orang.

“Jika banyak peminatnya, In­syaAllah, saya bisa menyediakan sekitar 50 hingga 100 kilogram bahan setiap harinya,” pungkas Ari. (*)

 

Laporan: HASWANDI

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
  • Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Rabu, 30 Desember 2020 - 17:58:00 WIB

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN Sebenarnya rakyat dalam kondisi sulit seperti sekarang ini tidaklah meminta yang muluk-muluk atau berlebihan kepada pemerintah. Rakyat tampaknya hanya mengiginkan, agar di tahun 2021 nanti pemerintah menciptakan situasi bangs.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]