Penumpang Bentak Petugas di BIM


Jumat, 20 Februari 2015 - 20:44:00 WIB
Penumpang Bentak Petugas di BIM

Peristiwa ini terjadi setelah penerbangan Lion Air mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB dibatalkan secara nasional. Akibatnya, dua pener­bangan Lion Air dari Pa­dang ke Medan dan Padang ke Jakarta, yakni pukul 18.00 dan pukul 20.20 WIB urung dilak­sanakan.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

Untungnya, peristiwa ini tak berlangsung lama karena petu­gas tiketing maspakai yang di­pim­pin anggota Dewan Pertim­bangan Presiden (Wantimpres), Rusdi Kirana itu mampu me­nyelesaikan persoalan penum­pang tersebut satu persatu. Lua­pan emosi itu tampak dari seo­rang penumpang yang mengaku bernama Sudirman. Sambil meng­­­gebrak meja, ia meneriaki petugas ticketing Lion Air dan menantang pimpinan maskapai itu untuk memberikan penje­lasakan kepada penumpang.

“Panggil pimpinanmu, suruh ke sini hadapi kami. Kalian tidak mengerti apa-apa,” teriak Su­dirman salah seorang calon penumpang Lion Air tujuan Jakarta kepada petugas loket Lion Air di BIM, Jumat (20/2) sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

Teriakan Sudirman memancing emosi calon penumpang lainnya, dan juga ikut marah-marah kepada petugas yang kelihatan kebingungan dan tak mengerti harus melakukan apa-apa. “Pokoknya kami tidak percaya lagi kepada Lion Air. Untuk melakukan perjalanan lain waktu, saya akan pakai jasa penerbangan lain selain Lion Air,” teriak mereka.

Namun, tak seluruh penumpang yang bersikap panik. Jaswir salah satunya. Calon penumpang Lion Air tujuan Medan yang juga menjadi korban pembatalan memilih untuk pindah maskapai penerbangan ka­rena tidak mau buang-buang waktu berdebat dengan karyawan di loket tersebut. “Saya buru-buru, ada urusan penting yang harus disele­saikan di Medan, jadi cari pener­bangan lain yang masih bisa berang­kat hari ini,” ujarnya kepada Haluan.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Berdasarkan pantauan Haluan, beberapa calon penumpang sudah berhasil mengurus pengembalian uang tiket. Namun, wajah mereka tidak begitu senang dan lega, karena waktu mereka telah banyak terbuang sia-sia akibat pembatalan penerbangan ini.

“Pencairan uangnya juga melalui rekening, tidak cash. Waktunya juga tidak pasti,” ujar Darso Darmawan, seorang calon penumpang tujuan Jakarta yang telah menyelesaikan administrasi pengembalian uang tiket.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

Darso ini pantas kecewa. Ia baru membeli tiket pada pukul 13.00 WIB. “Saya baru beli tiket siang tadi, seharusnya pihak maskapai tidak menjualnya kalau tahu kondisinya seperti ini. Ini sangat keterlaluan, dan manajemen yang sangat kacau,” umpatnya.

Begitu juga dengan calon penum­pang lain yang telah selesai mengu­rus administrasi pengembalian uang tiket. Mereka terlihat sangat kesal dan mengutuk sikap Lion Air yang memperlakukan mereka seenaknya.

Terpisah, Manejer Operasi BIM, Alzog Pendra Budhi kepada Haluan mengatakan bahwa pembatalan penerbangan ini sudah dikon­firma­sikan kepada calon penum­pang. Pihak Lion juga telah berikan pilihan sekaligus dengan konsekuensi serta solusinya. “Penumpang berhak me­milih, apakah dipindahkan, diba­tal­kan, atau bisa jadi diundur pada ke­berangkatan berikutnya,” ujar Alzog.

Alzog juga menjelaskan bahwa, pembatalan ini dilakukan pihak Lion Air agar tidak terjadinya tumpang tindih jadwal penerbangan seiring bertambahnya rute penerbangan Lion Air. “Kalau tidak dibatalkan justru akan semakin kacau,” jelasnya.

Menurut Alzog, penerbangan yang dibatalkan tersebut dengan tujuan Padang-Medan pukul 18.00 WIB dan Padang-Jakarta pukul 20.20 WIB. Dua penerbangan ini, penumpangnya berkisar 400 lebih. Namun, sudah banyak pula calon penumpang yang minta dipindahkan ke penerbangan lain, atau meminta diundur pada jadwal penerbangan esok hari.

“Jadi untuk penerbangan selan­jutnya, beberapa hari ke depan pihak Lion Air sementara tidak melayani penjualan tiket, penerbangan difo­kuskan pada calon penumpang yang diundur keberangkatannya hari ini,” pungkas Alzog.

Sehubungan dengan ini, pihak Dinas Perhubungan dan Ko­muni­kasi Informasi (Dishub­kominfo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) saat dihubungi pada hari yang sama mengaku belum menerima laporan terkait masalah ini.

“Baru melihat beritanya di me­dia saja. Untuk laporan secara resmi baik dari penumpang atau otoritas bandara sendiri kami belum mene­rima,” ujar Kabid Udara Dishub­kominfo Sumbar  Sri Oktaviras.

Dikatakannya, untuk masalah ini, jika terjadi delay lebih dari dua jam oleh suatu maskapai, sesuai aturan yang ada, maskapai ber­sangkutan harus memberi penje­lasan yang bisa diterima oleh calon penumpang.

Hentikan Ijin Rute Baru

Menanggapi persoalan Lion Air tersebut yang telah menggurita se Indonesia, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terlihat kurang responsif. Berbeda saat Menhub berang-berang pasca musibah Air Asia beberapa waktu lalu, kini mantan Dirut PT KAI itu cuma mampu  menegur dan akan me­manggil pihak Lion Air hari ini akibat telantarnya ribuan calon penumpang. Maskapai milik anggota Wantimpres Rusdi Kirana itu juga akan diberi sanksi.

“Kalau misalnya Anda tanyaan sanksinya apa, ya nanti kita rapat,” kata Jonan saat diwawancarai warta­wan di Mabes TNI Cilangkap, Ja­kar­ta Timur, Jumat (20/2/2015). Jonan berada di Mabes TNI untuk menandatangani sebuah MoU de­ngan TNI.

“Paling tidak, pengajuan izin rute baru dari Lion Air kita hentikan dulu sampai ada komitmen terhadap pelayanan penumpang dengan baik,” imbuh Jonan.

Pimpinan DPR RI bahkan Ke­menhub wajib melakukan inves­tigasi menyeluruh. “Karena Lion Air itu dianggap relatif sering, itu harus ada investigasi serius,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada detikcom, Jumat (20/2).

Selain itu, menurut Fahri, regu­lasi penerbangan juga wajib diper­baiki. Kemenhub harus sangat disi­plin dalam mencermati regulasi penerbangan.

“Ini karena belum menyebabkan nyawa melayang saja, kalau sudah begitu baru panik pecat sana pecat sini. Ini justru gejala awal yang harus dilacak kementerian sehingga yang menyebabkan nyawa melayang ini harus dituntaskan dulu. Jangan menunggu muncul korban,” katanya. (h/mg-fds/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]