Penggunaan Mata Uang Asing Marak di Lagoi


Ahad, 22 Februari 2015 - 18:33:46 WIB
Penggunaan Mata Uang Asing Marak di Lagoi

“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, pemerintah daerah juga bisa disalahkan terkait dengan penggunaan mata uang asing tersebut di Lagoi. Oleh karena itu, pemda melalui instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus turun dan mengecek transaksi tersebut, jangan dibiarkan sampai berlarut-larut yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Bintan,” kata Agustinus kemarin.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Lebih lanjut politisi dari Partai Genrindra ini mengatakan, seperti halnya disejumlah resort maupun hotel di Lagoi dan kawasan lain di Bintan masih ada yang menggunakan tarif penginapan berdasarkan dolar. Sehingga hal tersebut sudah menyalahi aturan dan harus disikapi. Karena kata dia, dengan tarif tersebut sudah pasti tidak ada nilai tukar uang dari dolar terhadap rupiah, sehingga pihak hotel menjual harga kamar berdasarkan tarif dolar. Kondiisi seperti ini sebelumnya juga pernah dilihat pada beberapa warung makanan yang berjualan di jalan lintas barat dan gesek, yang pernah membuat tarif harga makanan dengan tarif dolar.

“Kalau pemda membuat kebijakan sesuai dengan aturan, tarif tersebut boleh dibuat dolar, namun dibawahnya juga dibuat harga rate, sehingga konsumen maupun pengunjung bisa mengetahui harga sebenarnya dalam rupiah,” katanya. Kalau transaksi penggunaan mata uang asing di Lagoi masih terus dilakukan, maka imbuh Agustinus, Bintan tidak bisa bersaing. Karena kondusifnya suatu daerah itu tergantung dari aspek ekonominya.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Kalau pemda tidak mendukung dolar, maka di suatu rumah makan, restoran maupun hotel/resort yang masih menggunakan tarif dolar harus segera dibuat rate-nya dalam bentuk rupiah. Karena hal ini memudahkan pengunjung yang berasal dari dalam mengetahui berapa jumlah harga tersebut. “Seperti di kawasan Lagoi yang merupakan wilayah berikat selama ini kita tidak mengetahui sistim aturannya apakah daerah tersebut memang ada dua pemerintahan atau satu. Oleh karena itu, seharusnya di setiap hotel maupun resort kawasan Lagoi ditempatkan satu tempet penukaran uang atau money changer. Karena dengan adanya tempat ini, maka transaksi akan mudah terkontrol dan PAD di Bintan akan bertambah,” imbuh Agustinus. (hk)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]