Tiga Pesawat Sukhoi Siap Amankan Dua Terpidana Mati


Ahad, 22 Februari 2015 - 19:02:20 WIB

“Ya, tadi pagi tiba. Tiga pesawat Sukhoi dari Lanud Hasanuddin. Untuk penga­manan pemindahan Bai Ni­ne,” ungkap sumber Kompas.com, di Tuban, Ba­dung, Bali, siang kemarin.

Ketiga pesawat Sukhoi yang mendarat sekitar pukul 9.53 Wita itu tercatat memiliki nomor registrasi TS-3007b, TS-3003c, dan  TS-3004d. Selain ketiga pesawat tersebut, juga disiagakan sebuah heli­kopter Colibri.

Dalam waktu yang hampir bersa­maan juga datang dua pesawat Her­cu­les yang membawa kru pesa­wat. Kedua pesawat itu sudah mening­galkan Bali. Pesawat Hercules A1319 kembali ke Halim Perda­naku­suma, Jakarta, dan A1317 berangkat menuju Yogyakarta.

Menurut sumber tersebut, tiga Sukhoi dan helikopter Colibri tetap berada di Bandara Ngurah Rai untuk menunggu perintah lanjutan.

Seperti yang sempat dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Momock Bambang Samiarso, pe­min­dahan Myuran dan Andrew akan segera dilakukan. Lembaga Pe­masyarakatan Nusakambangan su­dah siap menampung mereka untuk segera dieksekusi.

“Ya sabar saja, kita menunggu kesiapan Lapas Nusakambangan, secepatnya,” kata Momock saat berkunjung di Lapas Kerobokan beberapa hari lalu.

Sementara itu, Warga Aceh sangat tersinggung dengan per­nyataan  Perdana Men­teri Australia Tony Abbott yang me­ngung­kit kembali bantuan yang disa­lurka­nnya untuk Aceh saat bencana tsunami.

Sejak Sabtu (21/2) lalu,  Gera­kan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, membuka la­pak pelelangan batu giok di Kafe Endatukupi, Meulaboh, Aceh Barat untuk mengembalikan bantuan  yang pernah diberikan Pe­merintah Aus­tralia untuk rakyat Aceh yang dilanda tsunami 26 Desem­­ber 2004 silam.

Selain itu, puluhan korban tsu­nami di Aceh Barat juga melakukan aksi gali kuburan untuk dua warga Negara Australia yang terancam hukaman mati karena terlibat kasus narkoba di Denpasar, Bali.

Sementara itu, di jejaring sosial Twitter juga ada Tagar Coin­For­Australia. Hal ini memicu reaksi keras dari warga Australia. Beberapa dari mereka menganggap tagar yang mengejek Perdana Men­teri Aus­tralia Tony Abbott itu terlalu ber­lebihan bahkan menyakitkan. (kcm/tmp)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM