Residivis Kejahatan Jalanan Didor


Senin, 23 Februari 2015 - 18:46:44 WIB
Residivis Kejahatan Jalanan Didor

Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluan menye­butkan, tersangka yang tidak memiliki pekerjaan tetap (pe­ngan­g­guran) telah lama men­jadi buronan Polresta Padang, Polsek Padang Timur, Polsek Padang Selatan dan Polsek Lubeg, karena sering me­laku­kan kejahatan, di antaranya pencurian dengan kekerasan (curas), penganiayaan, keke­rasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pemerasan terha­dap sopir angkot.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Sekian dilakukan penang­kapan oleh petugas, Iwan ter­nya­ta tidak pernah jera dan se­dikitpun tidak ada iktikad baik untuk berubah (taubat), hingga akhirnya pada penyer­gapan di kawasan Pampangan, petugas terpaksa melum­puh­kan kaki di bagian lutut kanannya.

“Saat disergap, tersangka tengah melakukan aksi pema­lakan terhadap sopir angkot jurusan Pampangan-Pasar Ra­ya,” ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsek Lubeg Kom­pol Aljufri kepada Haluan, Senin (23/2) di ruang kerjanya.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

Dikatakan Aljufri, tersang­ka sudah diintai sejak Minggu (22/2) pagi, ketika petugas mendapat informasi bahwa tersangka sedang berada di kediamannya. Tapi, ketika pertugas mendatangi rumah­nya di Gang Loko nomor 77 RT 004 RW 007, Kelurahan Pampangan Nan XX, Keca­matan Lubeg, ia terlebih dahu­lu meninggalkan rumahnya.

Tidak mau kehilangan bu­ruan, petugas terus melakukan pengintaian dan akhirnya pada pukul 17.30 WIB, petugas melihat tengah melakukan pemalakan terhadap sopir angkot. Ketika hendak ditang­kap, tersangka berusaha men­coba kabur dan seketika pe­tugas melumpuhkannya, kare­na tersangka tidak me­ngin­dahkan tembakan peringatan.

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

“Setiap angkot, tersangka memeras sopir sebesar Rp10.000. Kalau sopir tak mem­­beri, tersangka tidak se­gan-segan menganiaya kor­bannya. Tersangka terus me­nyimpan senjata tajam (Sa­jam) ditubuhnya,” jelasnya.

Kemudian tersangka asli Nias ini langsung digelandang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk men­dapatkan perawatan. Setelah itu, Iwan Gaung digiring ke Polsek Lubeg untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

“Kita masih kembangkan kasus tersangka. Kemung­kinan masih banyak kejahatan yang dilakukannya, tetapi korban belum sempat mela­porkan ke polisi,” pungkas Aljufri.

Akibat perbuatan ter­sang­ka, akan dijerat pasal berlapis masing-masing pasal 363 KUHP tentang pen­curian, 368 KUHP tentang pengancaman dan pemerasan dan 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukumunan minimal 20 tahun penjara. (h/mg-fds)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]