Gubernur: Perbankan Jangan Takut


Selasa, 24 Februari 2015 - 19:27:23 WIB
Gubernur: Perbankan Jangan Takut

Dalam acara yang dihadiri juga oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sumbar Muhammad Ilham itu, Irwan mengatakan bahwa dapat di­pastikan semua UKM itu visible atau punya potensi ber­kembang. “Kalau usahanya tidak vi­sible, mungkin sudah banyak yang tutup. Namun pada ke­nyataannya, banyak usaha kecil yang mampu bertahan ber­tahun-tahun.

Baca Juga : Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

Meminjam di tengkulak yang bunganya hingga 50 per­sen saja sebulan mereka sang­gup bayar apalagi bunga bank yang paling tinggi hanya 20 persen setahun.

Di Sumbar juga mereka kental dengan agama, sehingga berhutang bagi mereka adalah wajib untuk membayar. De­ngan demikian, tak perlu bank kuatir rasio kredit macet ting­gi. Apalagi usaha kecil juga tidak rentan terkena imbas ekonomi sehingga saat krisis misalnya, atau dolar melam­bung, tak akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam membayar hutang bank

Baca Juga : Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

Apalagi jumlah usaha mik­ro kecil lebih mayoritas di sini, sehingga tidak ada pilihan lain bagi perbankan kalau mau bertumbuh di Sumbar yang garap pasar yang 98 persen itu,” kata Irwan.

Ditambahkan Irwan, se­mua usaha itu sesungguhnya sangat visible atau mempunyai potensi untuk berkembang  sehingga sangat layak untuk dibiayai perbankan.

Baca Juga : Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

“Kendala mereka hanya satu, yakni tidak punya ja­minan. Kalau untuk jaminan ini sebenarnya bank bisa punya solusi. Kalaulah pasar usaha mikro dan kecil ini bisa di­garap bank.

Wah saya yakin, tak hanya usaha di Sumbar yang ber­kembang pesat karena dibiayai perbankan, namun bank sen­diri juga akan mampu bertum­buh dengan cepat.

Baca Juga : Ada Apa? Italia Akan Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum

Memang bukan pekerjaan mudah. Butuh tenaga dan wak­tu, namun kalau semuanya dilakukan maka tidak mus­tahil kesejahteraan bersama, pelaku usaha, bank dan masya­rakat banyak akan tercipta,” tutup Irwan.

Sementara itu Kepala OJK Sumbar Muhammad Ilham mengatakan bahwa pada da­sar­nya untuk pembiayaan pada usaha, sudah ada ting­katannya masing-masing.

“Kita punya Lembaga Ke­uangan Mikro, lalu Bank Per­kreditan Rakyat dan bank u­mum. Untuk sektor usaha kecil misalnya yang jauh dari jang­kauan bank umum, bisa di­man­­faatkan pembiayaan LKM. Atau juga BPR. Pada dasar­nya OJK akan selalu men­dorong perbankan untuk mam­­pu memberikan akses pem­biaya­an pada sektor usaha yang produktif ,” tuturnya.

Dikatakan M. Ilham, jum­lah bank yang beroperasi di Sumbar sebanyak 30 bank, dengan BPR sebanyak 102 unit serta lembaga keuangan lain­nya sebanyak 149 unit (ter­masuk asuransi, finance, dana pensiun, dll). Dalam kesem­patan itu, para perwakilan dari industri jasa keuangan Sumbar juga menyampaikan sarannya pada OJK Sumbar. Dian­tara­nya pelaku pasar modal, dana pen­siun dan pembiayaan/finan­ce.

Juga perwakilan bank um­um, bank perkreditan rakyat, serta asuransi. Hadir juga saat itu Direktur Pemasaran Bank Na­gari Indra Wediana dan Pim­pinan Bank Indonesia Wilayah Sumbar Puji At­moko. (h/ita)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]