Ratusan Warga Jorong Kabun Datangi Kantor Bupati Sijunjung


Selasa, 24 Februari 2015 - 19:30:12 WIB
Ratusan Warga Jorong Kabun Datangi Kantor Bupati Sijunjung

Tidak hanya itu, ratusan massa juga menuntut agar Pemerintah Kabupaten untuk segera merealisasikan janji untuk perbaikan infrastruktur di Jorong tersebut. Aksi demo warga ini mendapatkan pengawalan khusus dari aparat kepolisian. Tidak hanya warga Jorong Khusus Kabun saja, dalam aksi ini juga turut serta HMI, MPS dan Organisasi Pemuda kabun (OPK).

Baca Juga : Cuaca Hari Ini di Objek Wisata Sumbar, Sebagian Besar Hujan Ringan

Selain meminta Pemkab memperbaiki infarstruktur jalan di jorong tersebut, dalam aksinya, massa juga meminta agar pemilihan Kepala Jorong Kabun dilakukan secara demokrasi atau pemilihan langsung oleh warga. Mengingat selama ini Kepala Korong yang menjabat bertindak tidak memihak kepada warganya.

Aksi sempat memanas, saat rombongan warga yang tiba di Kantor Bupati Sijunjung. Pasalnya, disini, mereka tidak bisa menemui Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, yang pada saat itu sedang menghadiri acara musrenbang di Kecamatan Sumpur Kudus. Namun keadaan dapat dikendalikan oleh satuan Polres Sijunjung yang disiagakan. Setelah sempat melakukan orasinya di Kantor Bupati, ratusan warga tersebut akhirnya diarahkan ke kantor DPRD Sijunjung sambil menunggu kedatangan Bupati.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 5 Orang

Sambil menunggu kedatangan bupati, perwakilan massa pendemo dipersilahkan untuk masuk   ke ruang persidangan untuk membahas tuntutan masyarakat yang hendak disampaikan kepada Bupati dan DPRD.

Harbi Hanif Burdha, selaku koordinator lapangan dan perwakilan dari salah seorang masyarakat dalam demo tersebut mengungkapkan kepada Bupati dan DPRD bahwa selama ini Jorong Kabun tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan dari Pemkab Sijunjung. Bahkan pihaknya menilai selama ini Jorong Khusus Kabun seolah-olah dianak tirikan dari jorong lainnya.

Baca Juga : Kota Padang dan Tanah Datar Sumbang Pasien Positif Covid-19 Terbanyak di Sumbar

“Selama Jorong Kabun ini ada, kita tidak pernah mendapatkan apalagi merasakan yang namanya pembangunan, dikunjungi pejabat daerah saja jarang bahkan dikatakan mendekati tidak pernah. Padahal kekayaan alam yang ada di jorong kita tersebut diambil untuk kepentingan warga Kabupaten Sijunjung, seperti batubara dan air bersih (PDAM),” ujarnya.

Seharusnya, menurut aktifis muda tersebut, pihak Pemkab memperhatikan kesejahteraan warganya yang berada di Jorong Kabun sebanding dengan kekayaan alamnya yang diambil untuk kepentingan kabupaten, yang jaraknya tidak jauh dari pusat pemerintahan.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.803 Kasus

“Kita melakukan demo ini karena kita sudah kesal dengan pemerintah yang tidak mau tahu atau tidak mau peduli dengan apa yang terjadi di Jorong Kabun, padahal Jorong Kabun merupakan bagian dari Kabupaten Sijunjung. Atau mungkin jorong kita tidak masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sijunjung,” tuturnya dengan nada kesal.

Lanjut Harbi, Kepala Jorong yang selama ini seharusnya menjadi panutan ataupun contoh bagi warganya, tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai kepala jorong. Hal tersebut terbukti dengan diambilnya jatah bagi garin dan pengurus masjid yang ada di Jorong Kabun. “Jauh menambah, bahkan jatah untuk garin masjid saja diambilnya yang bukan merupakan haknya,” tegasnya.

Harbi juga menegaskan bahwa seandainya Pemkab tidak menanggapi permintaan ataupun aspirasi dari warga kabun, maka warga kabun tidak akan segan-segan untuk mengumpulkan massa lebih banyak lagi, dan mengancam akan memutuskan saluran air bersih PDAM yang selama ini lebih banyak digunakan bagi kepentingan warga diluar jorong Kabun, sementara warga kabun rela mengalami kekurangan air untuk pengairan sawah milik warga.

Sementara itu, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin yang di dampingi Wakil Ketua DPRD Sijunjung, Walbardi dalam dialog terbuka tersebut mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan memanggil Camat Sumpur Kudus serta Walinagari Sisawah pada Rabu (hari ini, red) guna membahas persoalan kepala Jorong Kabun tersebut.

“Rabu (hari ini, red) kita akan memanggil Camat Sumpur Kudus dan Walinagari Sisawah guna membahas persoalan Kepala Jorong tersebut, dan akan dihadiri oleh 25 orang perwakilan warga Kabun,” ucapnya.

Massa pun akhirnya membubarkan diri setelah mendapatkan jawaban pasti dari Bupati dan DPRD Sijunjung terkait aspirasi yang disampaikan warga Kabun. (h/ogi/hel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]