Sepuluh Titik Api Muncul di Sumbar


Selasa, 24 Februari 2015 - 19:33:17 WIB
Sepuluh Titik  Api Muncul di Sumbar

Afrasy melanjutkan, ber­dasarkan trend kebakaran hutan yang terjadi beberapa tahun terakhir, timbulnya ka­but asap dimulai pada musim kemarau pendek dari Januari hingga Maret minggu ke dua.

Baca Juga : Terjun ke Jurang Kelok Sembilan, Satu Unit Dump Truck Meledak dan Terbakar

“Hal ini didasarkan atas kecenderungan siklus ke­ma­rau sepanjang tahun, yang selalu dibarengi tindakan pe­m­bakaran lahan di provinsi te­tangga maupun Sumbar sen­diri,” jelasnya.

Dikatakan Afrasy, fase pertama ini kabut asap akan mulai bermunculan. Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Padang yang merupakan kiriman provinsi tetangga Riau maupun pro­duksi Sumbar sendiri.

Baca Juga : Astaga! King Kobra Lepas dari Paket Pengiriman, Nyaris Bunuh Kurir

“Kondisi ini akan kembali turun dalam rentang bulan Maret hingga Juni bakal. Pada Juli, Agustus hingga Sep­tem­ber siklus tahunan kemarau panjang akan dimulai. Pada saat ini kebakaran hutan akan naik. Sementara Oktober hing­ga Desember akan turun kem­bali karena memasuki musim hujan,” terangnya.

Pada Januari hingga Maret kabut asap berasal dari derah Riau dan Sumut, akibat arah angin dari timur ke barat. Sedangkan untuk Juli hingga Agustus bakal dilanda kabut asap dari arah selatan ke barat atau sumbangan provinsi Jam­bi dan Sumatera Selatan.

Baca Juga : Potongan Kepala Korban Sriwijaya Air Ditemukan di Pantai Kis Tangerang

Data terakhir Dinas Ke­hu­tanan, sejak Januari hingga 23 Februari 2015 kemarin, jum­lah hotspot di Riau sudah mencapai 271 titik. Disusul Jambi dengan  107 hotspot, lalu diperparah lagi Sumatera Utara dengan jumlah 93 hotspot.

Semenatara untuk wilayah Sumbar kata Afrasy, jumlah titik hotspot terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2014 hotspot Sumbar hanya se­banyak 266 titik. Jumlah ini turun dibanding tahun se­belumnya (2013) yang men­capai 480 titik.

Baca Juga : Parah! Kalah Main Mobile Legends, Eks Timnas U-19 Ini Pukul Pacarnya

Dinas Kehutanan Sumbar telah melakukan usaha untuk menumbuhkan kesadaran ma­sya­rakat agar tidak membakar hutan. Diantaranya melakukan koordinasi kepada peme­rinta­han kabupaten/ kota. Ditam­bah lagi dengan sosialisasi kepada masyarakat akan kesa­daran tak membakar hutan.

Dinas Kehutanan Sumbar dari 2014 lalu, telah mem­bentuk semacam kemitraan dengan dideklarasikan masya­rakat peduli api (MPA). Sejauh ini sudah ada 15 kelompok tersebar diseluruh kabupaten/kota.

“Kawasan yang tinggi ang­ka kebakaran hutannya di Sumbar yaitu Kabupaten Pasa­man Barat, Dharmasraya, Si­junjung dan Pesisir Selatan,” ujar Afrasy.

Sumbar sendiri, memiliki luas hutan sekitar 4,5 juta hectare, yang terbagi menjadi hutan produksi sekitar 700 ribu hektare, hutan lindung 800 ribu hektare dan hutan konservasi sekitar 800 ribu hektar. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]