Ratusan Ekskavator Penggali Emas ‘Cabik-cabik’ Solsel


Selasa, 24 Februari 2015 - 19:40:15 WIB
Ratusan Ekskavator Penggali Emas ‘Cabik-cabik’ Solsel

Upaya pemberantasan tambang ilegal ini sudah dilakukan oleh Pemkab Solok Selatan, Pemprov Sumbar, Polda Sumbar dan pihak terkait lainnya, namun hasilnya belum maksimal. Pihak Kepolisian mengaku kesulitan menangkap pelaku tambang liar karena medan yang sulit. Para penambang liar beroperasi di sungai yang berada di tengah hutan.

Baca Juga : Vaksinasi Adalah Upaya Serius Pemerintah Mengatasi Pandemi Covid-19

Kadis PSDA Sumbar Ali Musri mengatakan, dari hasil tinjauan pihaknya, kegiatan penambangan emas masih terus berlangsung dengan mengeruk palung (badan) dan tebing sungai dengan menggunakan alat berat ekskavator dan perahu dompeng. Hal ini mengakibatkan terjadinya gerusan pada palung dan tebing sungai dan memicu kerusakan pada tebing sungai, sedimentasi yang tinggi serta menyebabkan ter­cemarnya kualitas air. Di samping itu akan terjadi perubahan besar-besaran pada bentuk dan ukuran, sifat, jenis dan perilaku sungai dengan segala aspek dinamika yang saling terkait dengan lingkungan di sekitarnya.

Ketua DPRD Solsel Khairunas mengatakan jika pe­merintah akan melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan, terlebih dahulu harus dicarikan solusi untuk masyarakat yang menekuni mata pencaharian tersebut. Sebab, sebahagian besar masyarakat di sekitar sungai Batang Hari bekerja sebagai penambang. Jika penambangan dilarang akan makan apa mereka. Kapolda Sumbar, Brigjen Bambang Sri Herwanto, meminta semua pihak terkait bahu-membahu mencarikan solusi yang strategis agar lingkungan tetap terjaga dan demi kebaikan masyarakat sekitar. Kegiatan penambangan ilegal dampaknya juga sangat luar biasa, apalagi penggunaan bahan kimia, pencemaran lingkungan yang diakibatkannya sangat berbahaya. Menurut Kapolda penyelesaian secara hukum bukan satu-satunya cara, apalagi pemberantasan terkendala oleh beratnya medan ke lokasi penambangan.

Baca Juga : Terkait Kasus Natalius Pigai, Komnas HAM Apresiasi Langkah Cepat Polri

Bupati Solsel, Muzni Zakaria, berharap didapatkan strategi yang tepat penertiban tambang emas liar di daerahnya. Menurut Muzni, salah satu hal terpenting dalam mengan­tisipasi permasalahan adalah bagaimana melegalkan aktivitas penambangan tersebut. Kalau legal tentu akan bermanfaat untuk daerah, akan menunjang pendapatan daerah guna memacu pembangunan serta mensejahterakan rakyat Solsel.

Harapan kita tentunya segera didapatkan formulasi solusi yang tepat dalam penanganan masalah tambang emas di Sungai Batang Hari Solsel. Bumi dan masyarakat Solsel mesti diselamatkan untuk kepentingan yang lebih panjang, tidak hanya untuk kepentingan sebulan, setahun atau dua tahun ke depan saja, tapi lebih dari itu untuk kebaikan puluhan atau ratusan tahun mendatang.

Baca Juga : Punya Rekam Jejak yang Bagus, Presiden Minta Dewas LPI Dipercaya dari Dalam dan Luar Negeri

Kandungan emas yang ada di bumi kabupaten yang resmi berdiri sejak 7 Januari 2004 atau 11 tahun yang lalu itu mesti dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat, kemajuan Solsel, Sumbar dan Indonesia. Tentu saja kegiatan eksploitasi secara resmi tersebut juga mesti menjaga kelestarian alam. Proses penambangan mesti dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah dan peraturan sertya UU tambang yang berlaku. Wilayah Solsel meliputi Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sangir, Kecamatan Sangir Jujuan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo, dan Kecamatan Pauh Duo memang merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam dan tanahnya juga subur. Solsel subur, karena berada di kaki Gunung Kerinci. Makanya dibuka perkebunan teh yang luasnya mencapai ratusan hektar. Di Solsel juga dibuka ribuan hektar kebun kelapa sawit. Solsel juga kaya dengan panas bumi.

Untuk kekayaan sumber daya alam,  masyarakat juga menjuluki Solsel dengan negeri berlantai emas. Kenyataannya memang begitu. Solsel kaya dengan emas. Hal itu dibuktikan dengan ribuan orang dari berbagai pelosok nusantara datang ke Solsel untuk menambang emas. Tidak hanya itu, puluhan  bahkan ratusan alat berat jenis ekskavator masuk ke Sungai Batang Hari di tengah rimba belantara Solsel merobek bumi Solsel untuk berburu emas. Aktifitas penambangan emas tersebut mayoritas ilegal. Emas bernilai miliaran rupiah terus digaruk setiap hari dari bumi Solsel. Tapi ternyata, hingga kini Solsel masih tercatat sebagai salah satu daerah tertinggal di Sumbar bersama dengan Kabupaten Pasbar dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. **

Baca Juga : Diresmikan Presiden, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang Tingkatkan Daya Saing Daerah

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]