Industri Kreatif Sumbar Perlu Perhatian Pusat


Selasa, 24 Februari 2015 - 19:46:59 WIB
Industri Kreatif Sumbar Perlu Perhatian Pusat

“Orang di Sumbar ini kreatif-kreatif, apa pun bisa jadi uang oleh orang Sumbar ini. Sumbar memiliki banyak industri kreatif, bisa saja nantinya industri kretif ini yang dikembangkan,” ucap Menperin Saleh Husin saat membuka Rapat Koordi­nasi Menteri di Ruang Serba­guna PT Semen Padang, Selasa (24/2) kemarin.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

Menanggapi tidak masuknya Sumbar ke dalam tujuh wilayah industri prioritas Kemenperin, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, karakter masyarakat Minang memang lebih memilih menjadi wiraswasta di sektor industri kreatif dibanding bekerja sebagai buruh pabrik. Se­hingga tidak mengherankan jika di Sumbar banyak industri kreatif berskala kecil dan menengah, baik di bidang kerajinan dan kuliner

“Sumbar memang daerah yang tidak memiliki industri padat karya yang banyak selain PT Semen Pa­dang, akan tetapi saya berharap Kemenperin tetap memberikan perhatian ke Sumbar terutama un­tuk industri kreatif,” jelas Irwan.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

Ia melanjutkan, di tahun men­datang, Kemenperin diharapkan mem­berikan dorongan berupa pe­nguatan industri kreatif di Sumatera Barat, baik berupa pembangunan sentra industri, pembinaan atau pun bantuan alat.

Saleh Husin melanjutkan, tujuan pembangunan industri tahun 2015-2019 ke arah industri yang tangguh dan berdaya saing. Tujuan tersebut akan diwujudkan melalui penguatan struktur Industri nasional, pening­katan nilai tambah di dalam negeri, membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Ini Caranya

Secara perlahan sektor industri pengolahan nonmigas mulai berge­ser ke luar Pulau Jawa, yaitu dari 24,63 persen pada tahun 2008 men­jadi 27,22 persen tahun 2013. Kon­tribusi wila­yah Sumatera dan Ka­limantan terha­dap nilai tambah sektor industri nonmigas nasional relatif cukup besar, yaitu mencapai 23,90 persen.

“Bagi daerah-daerah yang men­jadi lokasi pembangunan kawasan industri prioritas dan sentra IKM agar segera mempersiapkan hal-hal yang diperlukan, dari mulai peren­canaan, pembangunan, dan penge­lolaan baik aspek substansi maupun aspek legalitas dan akuntabilitasnya. Selain itu juga terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jende­ral Pengembangan Perwilayahan Industri, Kementerian Perin­dus­trian,” tegas Menperin. (h/mg-isr)

Baca Juga : Vaksinasi di Padang Sudah Bergulir, Nakes: Rasa Cemas Tertular Covid-19 Berkurang

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]