Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Berprinsip Syariah Akan Turun


Rabu, 25 Februari 2015 - 19:36:02 WIB
Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Berprinsip Syariah Akan Turun

Kajian ini akan selesai dalam 1 minggu-2 minggu ke depan,” ujar Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah OJK Muchlasin, Selasa (24/2).

Penurunan uang muka diharapkan bisa menggeber pembiayaan syariah multifinance. Maklum, pangsa pasar pembiayaan syariah mengempis sejak ada ketentuan batas minimum finance to value (FTV) sebesar 20 persen-25 persen. Bahkan, jumlah pembiayaan yang dialirkan cenderung mandek di sepanjang tahun 2014.

Bila dibandingkan dengan kredit konvensional, pembiayaan syariah tidak terlalu besar. Ambil contoh, tahun lalu, penyaluran pembiayaan konvensional mencapai Rp 366,20 triliun. Sedangkan penyaluran pembia­yaan syariah hanya Rp 20,43 triliun.

Angka ini tak jauh beda diban­dingkan posisi pembiayaan syariah di awal tahun 2014 yakni Rp 19,886 triliun. “Melihat pengalaman sebelumnya, tahun 2012, industri pembiayaan syariah berhasil tumbuh 500 persen,” kata Muchlasin.

Bertumbuh 20 persen

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Efrinal Sinaga mengatakan, penurunan ketentuan uang muka akan mendongkrak pembiayaan kendaraan bermotor syariah antara 10 persen hingga 20 persen di tahun ini. Namun, industri pembiayaan syariah belum akan mampu mengulang kesuksesan tahun 2012.

Alasannya, perusahaan pembiayaan syariah masih mengandalkan pinjaman dari bank dengan skema joint financing. “Selama penurunan uang muka hanya terjadi di industri pembiayaan syariah, ini tidak akan efektif,” kata Efrinal.

Aturan baru uang muka itu disam­but pemain bisnis ini. Yanwar Arifin, General Manager Syariah Deputy Division Head PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk bilang, pihaknya akan menaikkan target pembiayaan baru syariah di tahun ini.

Sebelumnya, Adira Finance me­ngincar pembiayaan baru sebesar Rp 3 triliun di 2015. “Dengan regulasi baru diharapkan bisa tumbuh lebih dari Rp 10 triliun,” ujar Yanwar.

Target yang dipasang tersebut cu­kup fantastis. Sebab, tahun lalu pembiayaan syariah Adira Finance hanya sekitar Rp2,4 triliun. Adira Finance pernah kecipratan untung dengan meroketnya pembiayaan syariah pada tahun 2012.

Sepanjang enam bulan terakhir di 2012, Adira membukukan pembiayaan syariah hingga Rp 6 triliun. Tetapi kredit baru Adira anjlok menjadi Rp 600 miliar di 2013 karena uang muka pembiayaan syariah disamakan dengan konvensional. (h/kcm)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]