Jokowi Harus Perpanjang Moratorium Hutan


Rabu, 25 Februari 2015 - 19:42:56 WIB
Jokowi Harus Perpanjang Moratorium Hutan

Namun Walhi, Yayasan Perspektif Baru (YPB), dan Greenpeace Indonesia menyatakan belum melihat tindak lanjut dari komitmen tersebut. “Sudah saatnya negara hadir dalam perlindungan lingkungan hidup. Hadirnya negara yang dimaksud adalah dengan adanya regulasi dan kebijakan yang diimplementasikan dengan benar, ada aksi nyata. Bukan hanya hadir secara fisik,” kata teguh.

Baca Juga : Astaga! King Kobra Lepas dari Paket Pengiriman, Nyaris Bunuh Kurir

Greenpeace Indonesia menilai perlu ada ruang publik di mana masyarakat bisa terlibat aktif dalam menyampaikan keinginan dan pendapatnya terkait moratorium.”Sudah saatnya Presiden Joko Widodo membuka ruang publik untuk menjelaskan tahapan menuju moratorium, sehingga nantinya publik bisa terlibat aktif dalam implementasi. Jangan sampai nanti stakeholders merasa tidak dilibatkan pada kemudian hari,” katanya.

Presiden Joko Widodo mengunjungi Sungai Tohor, Kabupaten Meranti, Riau, pada 27 November 2014. Saat mengunjungi Sungai Tohor, Presiden melihat dan melakukan langsung penyekatan kanal untuk menjaga lahan gambut tetap basah guna mencegah kebakaran hutan serta menambah pasokan air bagi warga.

Baca Juga : Potongan Kepala Korban Sriwijaya Air Ditemukan di Pantai Kis Tangerang

Ketika itu Presiden berjanji akan berkunjung kembali ke Sungai Tohor dalam tiga bulan usai kunjungan pertamanya guna melihat efektifitas penyekatan kanal tersebut. Dia juga menginstruksikan pencabutan izin-izin yang terbukti merusak lingkungan. (h/anc)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]