Satu Keluarga Hangus Terbakar


Kamis, 26 Februari 2015 - 19:02:01 WIB
Satu Keluarga Hangus Terbakar

Akibat kebakaran tersebut, Islamiyah beserta anak yang dikandungnya hangus terba­kar. Tidak hanya dia, suami Islamiyah, Yandri (33) beserta dua anak mereka, Aldi (10) dan Andri (5) tahun juga ikut terpanggang dalam musibah tersebut.

Peristiwa naas tersebut pertama kali  diketahui oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan di sungai Cena­ku. “Jarak sungai dengan ru­mah nya sekitar 600 meter, namun api terlihat dan asap­nya, maka langsung kami ham­piri, namun sampai di sana rumah sudah ambruk,” ungkap Supri.

Menurut orang tua Isla­miyah, Ishak (63), dirinya mendapatkan kabar dari pihak keluarga tentang musibah yang menimpa anaknya tersebut sekira pukul 03.30 WIB. “Saya tinggal di Rumbai Jaya Inhil, kabar didapat dari pihak ke­luarga dan sempat membuat saya shock,” ungkapnya.

Islamiyah dan suaminya ditemukan tertimpa dinding rumah yang roboh di depan pintu masuk rumah. Semen­tara kedua anak mereka dite­mukan di dalam kamar tidur.

Dikatakan Ishak, terakhir ia jumpa dengan anak dan keluarganya sekitar satu bulan yang lalu. Saat itu mereka mengunjungi Ishak  di Rumbai Jaya. Namun ada yang aneh kata Ishak dan selalu menjadi tanda tanya bagi dirinya. Menantunya yang biasa ditegur selalu cepat responnya, tapi saat itu saat ditegur hanya diam dan hanya melemparkan se­nyuman saja.

Ishak juga mengatakan, pada hari Minggu, 22 Februari 2015 lalu, ia sempat menelpon anaknya dan menanyakan apa­kah sudah ditanam padi atau belum dan saat itu mereka menjawab sudah. “Itulah ko­mu­nikasi terakhir saya dengan anak saya,” ungkapnya.

Diungkapkannya juga, anak­nya tersebut merupakan anak yang yang penurut, ter­utama dalam bidang ke­aga­maan selalu bertanya kepada bapaknya, khususnya tentang tata cara memandikan mayat, karena Islamiyah merupakan salah satu petugas pemandian jenazah perempuan di desa Kuala Cenaku tersebut.

Sementara itu Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo SIK yang langsung meninjau ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengungkapkan duga­an sementara kebakaran terse­but terjadi karena lampu te­plok atau pelita yang mereka gunakan.

“Di rumah mereka tidak ada listrik PLN. Mereka meng­gunakan genset, namun hanya sampai pukul 22.00 WIB setiap malamnya, setelah itu hingga pagi mereka memakai lampu teplok, makanya du­gaan sementara apai berasal dari lampu tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Kapolres, untuk memastikan penyebab keba­karan ini, Polres Inhu sudha meminta Laboratorium Feren­sik (Labfor) Medan untuk me­me­riksanya dan mereka sudah dalam perjalanan. Di­tam­bahkan Kapolres, Jenazah sudah dise­rahkan langsung kepada pihak keluarga karena memang ke­luarga tidak mengizinkan dila­ku­kannya visum dan otopsi. (hr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]