Calon Karyawan PT AP II Meninggal Saat Pendidikan


Kamis, 26 Februari 2015 - 19:24:34 WIB
Calon Karyawan PT AP II Meninggal Saat Pendidikan

“Sebelumnya, setelah tamat SMA dia bekerja di Hotel Pangeran Beach kurang lebih lima tahun,” ujar Harri, salah seorang kerabat dekatnya kepada Haluan, Kamis (26/2).

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

Karena dari dulu memimpikan bekerja jadi PT Angkasa Pura, maka Fadhil memanfaatkan peluang dengan mengajukan lamaran ke perusahan tersebut dari daerah Riau dan berhasil lulus persyaratan administrasi. Untuk menempuh tahapan selanjutnya, Fadhil harus mengikuti pendidikan di Bandung. “Saat mau berangkat kondisinya baik-baik saja,” jelas Harri.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Haluan, Fadhil yang terlahir kembar ini baru diketahui meninggal oleh pihak keluarganya sekitar pukul  02.30 WIB setelah mendapatkan telepon dari pihak Angkasa Pura II yang berada di Bandung. Setelah itu, pada pukul 04.00 WIB, pihak Angkasa Pura II Padang yang berkantor di BIM juga langsung mendatangi rumah duka yang terletak di Gunung Sago, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

Selain menyampaikan musibah yang menimpa Fadhil ini secara resmi, kedatangan pihak Angkasa Pura ini juga membawa semua persiapan penyelenggaraan dan pemakaman jenazah Fadhil.

Meskipun pihak Angkasa Pura II telah menanggung biaya pe­nyeleng­garaan dan pemakaman jasad Fadhil, namun keluarga tetap me­min­ta jasad Fadhil ini divisum agar didapati titik terang penyebab meninggalnya Fadhil yang sementara diduga karena kelelahan saat mela­kukan latihan bela diri (boxer).

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

“Kita telah visum terhadap jasad Fadhil, hasilnya baru akan diketahui tiga hari lagi. Hasilnya tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar pejabat pemberi informasi dan dokumentasi RS. M Jamil Padang, Gustafianof kepada Haluan.

Pantauan Haluan, setelah dila­ku­kan visum oleh pihak rumah sakit M Jamil Padang, jasad Fadhil lang­sung dibawa ke rumah duka untuk dise­lenggarakan menurut ajaran Islam.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Di rumah duka siang itu, para pelayat terus berdatangan silih berganti memadati rumah yang berada di tepi rel kereta api tersebut.

Terlihat juga beberapa orang  berseragam yang diketahui adalah petugas dari Angkasa Pura untuk melayat. Setelah disalatkan, pada pukul 16.00 WIB, jenazah Fadhil dibawa ke Pemakaman Umum Tunggul Hitam.

Kembaran Fadhil yang bernama Fadhli (24), merasa sangat terpukul menerima kenyataan pahit ini. Ia juga merasa kecewa karena tidak ada informasi dari pihak Angkasa Pura terkait kondisi kakaknya yang beda umur sekitar beberapa menit saja. “Kami tidak diberitahu Fadhil dirawat karena sakit, hanya setelah meninggal dunia baru di kabari,” sesal Fadhli dengan tertunduk.

Hingga saat berita ini ditu­runkan, belum ada keterangan resmi yang didapatkan oleh awak media dari pihak Angkasa Pura terkait meninggalnya Fadhil yang diduga tidak wajar. (h/mg-fds/mg-isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]