Cuaca Ekstrem dan Puting Beliung Ancam Riau


Jumat, 27 Februari 2015 - 19:30:00 WIB
Cuaca Ekstrem dan Puting Beliung Ancam Riau

Kasi Data dan Informasi BMKG Kota Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan, selain cuaca ekstrem, gejala angin puting beliung dapat juga muncul di masa peralihan musim. Terjadinya gejala angin puting beliung ini dapat terjadi di dua peralihan musim, baik dari musim kemarau ke hujan, maupun sebaliknya.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

“Untuk di Riau sekarang musim kemarau, dan peralihan itu akan terjadi di pertengahan bulan Maret yaitu dari musim kemarau ke musim hujan,” papar Slamet, Jumat(27/2).

Angin puting beliung sifatnya sangat lokal, dengan durasi kejadiannya sangat pendek, yaitu  berkisar  lima belas menit. Prediksi akan terjadinya angin puting beliung hanya bisa dike­tahui dua jam sebelumnya. Indikasi ini kata Slamet, akan diketahui dari pantauan radar.

Baca Juga : Sejak Awal Lebaran, Masuk ke Pantai Tiram Berbayar

Sedangkan indikasi untuk daerah yang berpotensi terjadinya angin puting beliung ini adalah daerah yang pertum­buhan awannya cukup bagus. Dengan kondisi cuaca cukup terik dan diikuti pembentukan awan yang cukup bagus seperti bunga kol atau yang biasa disebut awan cumulonimbus pada sore harinya.

“Itu adalah salah satu indikasi kemungkinan puting beliung. Waktu terjadinya biasanya sore hari ketika mengalami proses fase pertumbuhan awan jam sepuluh tadi. Tapi dimana ada awan cumulonimbus belum tentu disana ada puting beliung,” kata Slamet menjelaskan.

Menjelang masa peralihan, hingga Jumat(27/2), jumlah hot spot yang terpantau oleh satelit Terra dan Aqua di provinsi Riau berkisar 15 titik. Yang meliputi daerah Bengkalis (tiga titik), Pelalawan (tiga titik), Rohul (dua titik) dan Siak (tujuh titik). Dari 15 titik yang terpantau, ada sembilan daerah yang confidence di atas 70 persen.

Tren hot spot ini sebut Slamet, biasanya akan meningkat di bulan Januari dan Februari dan nanti akan menurun di bulan Maret hingga April. Lalu akan meningkat kembali di bulan Mei, Juni dan Juli, dan biasanya tren selama ini puncaknya di bulan Agustus dan September. Memuncaknya hot spot ini karena bulan ini merupakan titik akhir di bulan kemarau. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]