Ratusan Hektare Lahan Terbakar


Jumat, 27 Februari 2015 - 19:42:30 WIB
Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Dikatakan, saat memasuki awal Februari 2015, Karhutla semakin meluas dimana total luas lahan yang sudah terbakar sekitar 214 Hektar. Kebaan umumnya terjadi di Kabu­paten Bengkalis dan sisanya di Kabupaten Pelalawan dan Ka­bu­paten Indragiri Hiilr. “Polisi langsung bergerak menurun­kan anggota pada jajaran Pol­res dan Polsek setempat untuk segera melakukan pema­da­man. Alhamdulillah, dari luas lahan itu, seluruhnya sudah dipadamkan,” ujarnya.

Baca Juga : Belasan Rumah dan Kios Rusak Diterjang Puting Beliung

Secara rinci disebutkan, 242 Hektar lahan yang hangus itu pada Januari saja, luasnya mencapai 28,3 Hektar, terluas di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Inhil.

Sementara itu Karhutla kem­bali terjadi di pulau Beng­kalis, usai di Desa Damai dan Pematang Duku, kini Karhutla kembali menghanguskan 2 hektar lahan yang merupakan kebun karet milik warga desa Tel­uk Latak Kecamatan Beng­kalis.

Baca Juga : Penghargaan dari 24 Media Online Riau Diberikan untuk Danrem 031/WB

Kabid Pemadam Kebaka­ran BPBD-Damkar Bengkalis, Suiswantoro mengatakan Kar­hutla yang terjadi di Desa Teluk Latak sudah terjadi sejak Rabu kemarin. Sedikitnya 2 hektar lahan kebun karet warga se­tempat ludes terbakar.

“Kami kesulitan masalah sumber air, untuk melakukan pemadaman kami berusaha mengambil air dari sumur- sumur warga dan melangsir air dengan mobil tangki,” ujarnya

Baca Juga : Gunung Sinabung Erupsi ke-26 Kali, Kolom Abu Capai Setinggi 500 Meter

Dia menduga, kebakaran yang terjadi akibat kelalaian dan kesengajaan masyarakat. Namun, pihaknya terus ber­upaya melakukan pemadaman terhadap kebakaran kebun karet milik warga Teluk Latak. “Hingga kini belum berhasil dipadamkan secara total, di­bantu Koramil dan warga ser­ta diturunkan 2 regu pema­dam. Kami akan terus ber­usaha memadamkan api se­cara total,” janjinya.

Sedangkan : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dae­­rah dan Pemadam Keba­karan (BPBD-Damkar) Kabu­paten Bengkalis, M. Jalal mengatakan, meski kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak awal bulan Januari lalu hingga saat ini Kabupaten Bengkalis masih belum terjadi kabut asap.   “Berdasarkan badan meterologi krimatologi dan geofisika (BMKG) Pro­pinsi Riau serta Badan Ling­kungan Hidup Kabupaten Bengkalis mengatakan kondisi cuaca terutama di daerah yang terjadi karhutlah serta daerah yang terdekat dengannya ma­sih belum menganggu perna­pasan karena berdasarkan pantauan indeks standars pen­cemaran udara  (Ispu)  masih pada angka di bawah 100, dan belum terjadi kabut,” jelasnya, Jum’at (27/2),

Baca Juga : Mapolsek Sungai Pagu Diserang Massa, Kaca-kaca Berserakan

Asap sendiri lanjut M. Jalal mengarah ke Pekanbaru kare­na arah angin menuju ke dae­rah tersebut. “Untuk Beng­kalis sendiri belum ada kabut asap walaupun di sini dite­mukan titik api,” ujarnya.

Saat ini, kata M. Jalal, pihaknya masih fokus mema­damkan titik api yang masih terjadi di beberapa titik dan lahan masyarakat serta peru­sahaan.

Hujan Buatan

Untuk mematangkan pem­buatan hujan buatan, Peme­rintah Provinsi (Pemprov) Riau akan melaunching Siaga Darurat untuk Riau, di posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nur­jadi, Senin mendatang. Selain itu, 2 pesawat yang dipin­jamkan oleh BNPB dari Pang­lima TNI yaitu pesawat  Her­cules C-130 dan Cassa 212-200 sudah mulai begeser ke Posko Karhutla Riau. Pesawat tersebut akan digunakan untuk membuat hujan buatan. “Kita akan melauncing Siaga Daru­rat di Posko Karhutla yang akan dilauncing oleh Plt Gu­bernur Riau, Senin depan, dan mulai aktif kembali dengan sempurna posko tersebut,” ujar Kepala BLH Riau, Yulwiria­wati Moesa, Jumat kemarin.

Sementara, Staf Seksi Pen­cegahan Posko Karhutla Jim Gafur mengatakan garam yang akan digunakan untuk mela­kukan TMC sudah tersedia di Lanud Roesmin Nurjadin se­jak Agustus lalu. “Untuk pem­buatan hujan buatan perdana, kita akan menggunakan sisa stok garam tahun lalu, seba­nyak 25 Ton yang ada di Posko Karhutla,” jelasnya.

Hujan buatan sendiri lanjut Jim Gafur difokuskan didae­rah pesisir dimana di daerah tersebut, paling banyak dite­mu­kan titik api. (h/rr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]