Hingga Siang Bolong, Kantor UPTD Rusunawa Purus Terkunci


Jumat, 27 Februari 2015 - 19:45:42 WIB
Hingga Siang Bolong, Kantor UPTD Rusunawa Purus Terkunci

Saat Afrizal datang ke Ru­su­nawa sekitar pukul 10.00 WIB, keadaan Rusunawa tam­pak sunyi dan kantor kosong. Afrizal pun mencoba meng­hubungi Kepala UPTD dan stafnya, agar segera datang ke Rusunawa. Setelah pukul 11.­30 WIB, barulah datang salah seorang staf untuk mem­buka­kan pintu kantor.

Dengan geramnya, Kepala Dinas menanyai alasan lima staf di kantor tersebut, kenapa tidak berada di tempat untuk menjalankan tugasnya. Menu­rut salah seorang staf, karena kantor kosong dan terkunci dan tidak memiliki kunci cadangan, mereka pun pergi berlalu.

“Sudah ada petugas saja, Rusunawa itu masih kacau. Apalagi kalau Rusunawa di­ting­gal begitu saja, tentu tam­bah kacau. Tugas staf di sini melayani, tapi malah kantor di kunci,” teranganya kepada media.

Dengan kondisi seperti ini, juga beredar kabar tidak me­nge­nakkan yang didengar Afri­zal tentang pengunduran diri Kepala UPTD Rusunawa Za­hir­wan. Jika memang ingin mengundurkan diri, Afrizal ber­harap Zahirman  bisa meng­hadapnya dan menyelesaikan persoalan ini segera.

“Saya memberikan waktu sampai Jumat (27/2) sore kepadanya. Untuk pengurusan Rusunawa bisa diserahkan kepada Bagian Perumahan Dinas TRTB,” ucap Afrizal.

Ketika dikonfirmasi ter­kait kabar pengunduran di­rinya, Zahirwan membantah kabar tersebut. Dikatakannya, ia tidak pernah mengatakan akan mengundurkan diri kepa­da Kepala Dinas TRTB. Jus­tru, ia berkata akan terus me­ngusut soal pengelolaan Ru­sunawa sebelumnya.

“Saya tidak pernah berkata akan mengundurkan diri dan menyuruh akan mengo­song­kan Rusunawa tersebut, na­mun saya bertekad akan mem­benahi rusun yang sangat ba­nyak keanehan selama saya baru menjabat ini,” ungkap Zahirwan kepada Haluan, me­la­lui telepon genggamnya, Jumat (27/2).

Disampaikannya, selama satu bulan ia menjabat sangat banyak kejanggalan yang dite­mukan. Maka dari itulah, de­ngan tekad yang bulat ia ber­keinginan akan merubah Ru­sunawa seperti bagaimana fungsinya.

“Saya diancam dengan te­ror-teror berupa SMS kasar dan mengancam, bahkan ada yang memakai golok menemui saya. Untuk menyelamatkan diri, saya dan staf mening­galkan kantor dan mem­biarkan kantor terkunci,” jelasnya.

Zahirwan berharap agar semua pihak mendukung un­tuk menjaga kenyamanan Ru­sunawa. Dengan demikian, tujuan Rusunawa yang dipe­run­t­ukkan sebagai hunian bagi masyarakat kurang mampu bisa terwujud. (h/mg-win)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]