Uang Muka KPR Hanya Satu Persen


Ahad, 01 Maret 2015 - 18:44:46 WIB
Uang Muka KPR Hanya Satu Persen

Selain itu, uang muka 1 persen KPR-FLPP ini dimak­sudkan sebagai dukungan ter­hadap program pemerintah mendorong pembangunan peru­mahan vertikal.

Baca Juga : Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP) REI, Eddy Hussy, mengatakan program uang muka 1 persen untuk KPR-FLPP merupakan kabar baik, terutama bagi MBR. Pasalnya, dasar permasalahan MBR dalam melakukan pembelian hunian terletak pada tingginya harga uang muka.

“Itu kabar baik. Memang masalah MBR untuk membeli rumah adalah uang muka karena mereka juga tidak punya cukup tabungan untuk membayarnya. Program KPR-FLPP dengan uang mu­ka 1 persen dilakukan oleh BTN, itu suatu terobosan yang cukup berani. Ini meng­in­dikasikan BTN merupakan bank yang betul-betul ingin penyediaan rumah bagi MBR terwujud,” ujar Eddy.

Baca Juga : Ada Apa? Italia Akan Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum

Meski begitu, Eddy tak berharap pembayaran uang muka terus dikurangi ataupun dihilangkan. Pembayaran uang muka itu tetap perlu dilakukan mengingat hal ter­sebut merupakan tanggung jawab terhadap properti yang dibeli oleh konsumen.

“Tapi bayar uang muka itu sedikit banyak perlu karena sebagai tanggung jawab untuk properti yang mereka beli. Jadi walaupun menurunkan uang muka menjadi 1 persen, BTN masih melihat ada se­dikit tanggung jawab yang harus dibebankan kepada pem­beli. Tidak sama sekali nol,” lanjut Eddy.

Baca Juga : Presiden Klub Bola dan Empat Pemain Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat di Brasil

Eddy juga menyarankan, terobosan uang muka 1 persen dalam KPR FLPP bukan ha­nya diperuntukkan untuk ru­mah susun milik (rusunami), namun juga pada perumahan tapak (landed house). Dalam menggenjot pembangunan satu juta rumah, pemberian uang muka rumah tapak yang ren­dah juga diperlukan.

“BTN menyasar pada rusu­nami mungkin karena ingin mendorong pengembang da­lam pembangunan hunian ver­tikal dengan diberi sedikit insentif dan juga dorongan. Tetapi saya pikir BTN juga harus coba memberi uang muka yang cukup rendah un­tuk rumah tapak, bisa saja 5 persen atau lebih besar sedikit dari rusunami, yaitu 2 persen. Kita kan sekarang sedang da­lam program satu juta rumah milik pemerintah,” tambah Eddy.  (h/trn)

Baca Juga : Setahun Usai Covid-19, Begini Kondisi Terkini Wuhan

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]