Kepala UPTD Rusunawa, Sudah Dua Minggu Tak Ngantor


Ahad, 01 Maret 2015 - 18:55:18 WIB

Jufri menilai, selama me­n­­jalani tugas sebagai Ke­pala UPTD, Zahirwan me­mang telah menjalankan tu­gasnya untuk mengatur dan me­nertib­kan Rusunawa. Na­mun, cara Zahirwan meng­hadapi warga dinilai kurang baik. Tanpa sosialisasi dan negosiasi ia membuat aturan sendiri se­hingga ada be­be­rapa warga yang merasa te­rinti­midasi dengan caranya.

“Salah satu hal yang saat ini sedang ditertibkannya adalah bagi warga yang me­nunggak sewa di ambang ba­tas seperti sudah enam bulan. Tanpa ber­negosiasi dan to­leransi ia me­netapkan waktu pembayaran dengan mengan­cam warga akan dikeluarkan jika tidak membayar,” terang Jufri saat Haluan berdatang ke ke­dia­man­nya, Minggu (1/3).

Lebih lanjut Jufri men­jelaskan bahwa, Zahirwan yang sebelumnya sudah sa­ngat tahu cara menghadapi warga Rusun tersebut, ter­nyata tidak ber­sahabat ketika menghadapi warga. Ia lebih garang dan seenak diri.

Ke­mudian, saat warga yang me­rasa belum mampu melunasi tunggakan kamar dalam wak­tu yang telah ditetapkan men­yanggah, ia malah lari dan seperti merasa diancam balik.

“Tegas itu harus sampai-sampai, jangan setengah-se­tengah. Tapi jika bisa di­kon­disikan dan dinegosiasikan dengan baik bagi warga ber­sangkutan mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya. Kami disini semua bukan orang kaya yang bisa mendapatkan uang dalam sekejap, apa salahnya bisa diangsur dan dibicarakan dengan baik,” papar Ida me­nambahi.

Dengan kondisi ini, Jufri melihat Zahirwan tidak me­naruh belas kasihan. Ter­hadap adanya orang yang meneror Zahirwan, Jufri me­­m­bantah bahwa ada war­ganya yang meneror kepala UPTD ini. Ia menilai, sikap Zahirwan yang menghilang sejak dua minggu belakangan hanya berdasarkan rasa was-was akan menerima ancaman dari warga yang me­rasa di­intimidasi.

Kepala UPTD Zahirwan sendiri mengatakan, alasan­nya tidak masuk kantor sejak be­berapa hari belakangan karena mendapatkan teror oleh warga Rusun dengan berbagai ma­cam cara. Ia mengatakan un­tuk sementara waktu ingin mencari per­lindungan dari berbagai pi­hak.

Oleh karena itu, Za­hirwan memilih tidak masuk kantor daripada meng­hadapi berbagai ancaman lang­sung maupun tak langsung.

“Saya bukannya lari dari tanggung jawab, namun ka­rena ada ancaman dan teror melalui telepon saya, dan kemarin pernah diancam pakai golok, saya jadi takut. Jadi untuk sementara waktu saya tidak ngantor untuk menghidari hal tersebut dan mencari pen­yelesaiannya,” ungkapnya.

Dikatakan Zahirwan, soal ia akan mengundurkan diri itu tidak benar adanya.

“Saya tidak akan me­ngun­durkan diri saat ini dan akan terus berjuang demi tugas dan mohon dukungannya,” tam­bah Zahirwan.

Sebelumnya, kepala DInas TRTB Padang Afrizal me­nga­takan, jika ada pihak yang merasa tidak sanggup me­ngu­rus Rusunawa silakan me­ngundurkan diri.

“Saya hanya memakai me­reka yang sanggup saja,” ucap­nya ketika ditanya soal kabar teror yang menimpa Kepala UPTD Rusunawa Zahirwan. (h/mg-win)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]