Truk Pengangkut CPO dan Pupuk Kerap Dijarah


Ahad, 01 Maret 2015 - 19:05:36 WIB
Truk Pengangkut CPO dan Pupuk Kerap Dijarah

“Peristiwa pertama terjadi atas angkutan CPO kami pada Januari 2015 lalu,”kata Herwan yang mengaku lupa kapan tepatnya peristiwa tersebut terjadi.

Baca Juga : Di Padang, 42 Kawasan Ini Tak Boleh Menggelar Salat Ied di Masjid dan Lapangan

Saat itu, katanya lagi, truk tersebut memuat CPO dari Pasaman menuju Padang. Namun, mobil tersebut tak kunjung datang ke Padang sesuai jadwal. Curiga mobilnya sudah dikuasai pihak lain, Herwan bersama tim-nya yang lain, mencoba melacak dan akhirnya menemukan kendaraan bermuatan belasan ton itu terparkir di sebuah tempat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah diperiksa, muatan di truk tersebut ternyata sudah hilang.

“Yang terbaru adalah 16 Fe­bruari lalu kala kendaraan angkutan yang kami kelola memuat pupuk dari Padang. Namun, mobil itu tak pernah sampai tujuan. Selang dua hari kemudian, kami mendapat kabar soal keberadaan mobil ter­sebut, yakni di Kiliran Jao, Ka­bupaten Sijunjung,”sebutnya.

Baca Juga : Mantap! Rutan Anak Aia Padang Bagikan Baju Lebaran untuk WBP

Kedua kasus itu sudah dila­porkan ke Polsek Lubuk Begalung. Sebelumnya, jelas Herwan lagi, pihak Polsek Lubuk Begalung telah me­ngung­kap kasus serupa yang mereka alami akhir 2014 lalu. “Saat itu, mobil angkutan CPO kami dite­mukan di Dumai, Riau dan otak pelakunya juga telah dia­mankan,” kata Herwan mengingatkan.

Korban lainnya adalah Yul dari PT Mekar Mulia. Sepanjang tahun 2015 ini, satu unit truknya yang memuat CPO mengalami kejadian serupa, 5 Februari 2015. Truk CPO saat itu mengangkut muatan dari Lubuk Jambi, Jambi menuju Pa­dang. Namun, truk tersebut juga tak kunjung datang ke Padang, Usut punya usut, ternyata mobil itu sudah ditinggal begitu saja di jalan dan isi muatannya sudah kosong.

Sementara, pengelola angkutan CV Indah Permata, Ari mendapat kejadian yang lebih tragis. Desember 2014 lalu, katanya, truk angkutannya yang tengah mengangkut CPO dari Muko-muko Jambi,  menuju Padang dijarah oleh sekelompok orang di Batang Kapas, Pesisir Selatan.

“Kejadiannya lewat tengah ma­ lam. Sopir mobil tersebut ditodong oleh pelaku yang berjumlah empat orang. Di bawah todongan senjata api, sopir saya diminta keluar dari truk untuk pindah ke mobil avanza yang dikemudikan pelaku. Selan­jutnya, mobil truk bermuatan 18 ton CPO itu dikemudikan oleh salah seorang dari pelaku dan tiga lainnya mengawal supir yang bernama Bu­s­ri­zal. Busrizal sendiri kemudian diturunkan pelaku di kawasan Keta­piang Padang Paria­man dan mobil truk naas itu ditinggal pelaku tak jauh dari gudang Bulog di Kawasan By Pass.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Organda S.Budi Syukur yang dihu­bungi terpisah berharap pihak ber­we­nang untuk mengungkap kasus ini.

“Yang menjadi korban itu ang­gota saya. Diperkirakan seluruh kerugian mencapai Rp2 miliar karena masih ada anggota saya di Organda yang juga mengalami keja­dian serupa. Saya khawatir ini berdampak kepada iklim dan ke­nyamanan berusaha di Sumbar,”kata Budi yang baru terpilih kembali menjadi Ketua Organda Sumbar, pekan lalu. (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]