Kabut Asap Makin Merajalela di Riau


Ahad, 01 Maret 2015 - 19:08:24 WIB
Kabut Asap Makin Merajalela di Riau

Tidak hanya itu, kabut asap yang tebal juga menge­pung rumah warga di seki­tar­nya. Kondisi serupa juga tam­pak di sejumlah areal perkan­toran lain seperti Kan­tor Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Meranti.

Menurut informasi, Kar­hutla itu terjadi sekitar pulul 12.00 WIB. Api pertama kali terlihat berasal dari Jalan Pelajar SMA 3 Selatpanjang. Akibat panas dan angin yang bertiup kencang, api dengan mudah melahap semak belu­kar yang tidak jauh dari kom­pleks Kantor Bupati Meranti yang berada di Jalan Dorak.

Dari pantauan lapangan, petugas dibantu masyarakat, tampak kesu­litan mema­dam­kan api. Salah satu penye­babnya adalah sumber air yang sangat jauh. Petugas harus mengam­bil air dari kolam telaga bening yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari lokasi. Tak hanya, mobil pemadam kebakaran yang tersedia hanya dua unit. Ke­dua mobil itulah yang terus berupaya mema­damkan api. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, api baru bisa dikuasai.

Menyikapi hal itu, Kadis PU Meranti Ardhahni yang membawahi Damkar, me­minta masyarakat Me­ran­ti tetap waspada dan siap siaga meng­hadapi Karhutla. “Jika dite­mukan, sekiranya lang­sung dila­porkan agar petugas kita bisa mela­kukan pema­daman sece­patnya,” ujarnya.

Bermunculan

Sementara itu, hingga Minggu sore kemarin, titik api baru terus bermunculan di Pulau Rupat dan Bengkalis. Menurut Kepala Pelak­sana BPBD Damkar Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Dam­kar, Suiswanto menga­takan, api berpo­tensi mem­besar karena tidak adanya sumber air untuk mema­damkan api.

Di Rupat, kata pria yang akrab disapa Suis ini, keba­karan terjadi di daerah Parit Empang perbatasan Rupat Utara dan Rupat Selatan. Se­mentara di Bengkalis terja­di di Pang­kalan Batang Ke­camatan Bengkalis.

Operasi pemadaman me­nu­rut Suis tetap dilakukan oleh masyarakat setempat dibantu dengan petugas damkar walau dengan kondisi kesu­litan air. “Petugas di lapangan berusaha untuk melokalisir agar kebakaran tidak meluas,” katanya.

Terkait dengan kebakaran di tempat-tempat yang telah terjadi sebelumnya, Suis mengatakan, un­tuk di Sepahat dan Teluk Latak sudah padam. Sedangkan di Sungai Linau dan Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil belum berhasil dipadamkan.

“Termasuk di Hutan Samak, Terkul dan Pergam kebakaran masih terjadi. Water bombing oleh RAPP masih belum bisa memadamkan api,” ungkapnya. (hr/ali)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]