400 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen


Selasa, 03 Maret 2015 - 19:04:00 WIB
400 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Pilubang, Tri Suryadi Gerindra kepada Haluan Selasa (3/3) menyebutkan, memang Kapalo Banda Lubuak Cimantuang itu putus akibat air hujan serta air sungai yang meluap beberapa bulan yang lalu, jadi untuk sementara masyarakat sekitar dan para petani mem­perbaiki secara manual pada sabtu (28/2) kemarin. “Yang jelas, air bisa mengalir untuk sawah petani di empat korong yang ada di Nagari Pilubang ini,” ujar Tri Suryadi yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Padang Pariaman ini.

Baca Juga : Sebanyak 1.805 Nakes di Kabupaten Pessel Ditargetkan Selesai Divaksin Januari 2021

Dia menjelaskan, kalau dibiarkan sampai lama akan mengakibatkan semua sawah petani di empat korong itu akan gagal total, karena sekarang ini sawah petani tersebut sedang membutuhkan air. “Dulu kapalo banda ini dibangun permanen, tapi akibat kuatnya hantaman air hujan serta air bah bangunan kapalo banda ini rusak parah,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Untuk sekarang ini katanya, masyarakat petani sudah merasa lega, karena untuk sementara air sudah bisa mengaliri sawah para petani ini meski belum bisa seperti biasa. “Sekarang ini air sudah bisa mengalir untuk sementara, yang jelas kebutuhan air untuk sawah petani teratasi,” terangnya.

Baca Juga : Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Pessel, 12 Positif dan 2 Sembuh

Selaku wakil rakyat katanya, tentu semua permasalahan yang ada ditengah masyarakat akan dibantu. Dengan kejadian ini, kepala daerah memang cepat merespon, karena sewaktu diberitahu dengan cepat langsung me­me­rintah­kan dinas terkait. “Saya salut dengan pimpinan daerah, begitu mendapat kabar ada musibah yang melanda para petani di Nagari Pilubang ini, dengan putusnya irigasi, ia langsung respon dengan me­merintahkan dinas terkait untuk segera memperbaikinya,” tuturnya.

Untuk itu harapnya, kepada pemerintah agar secepatnya untuk merealisasikan rehap kapalo banda irigasi untuk mengairi sawah petani yang ada di Nagari Pilubang ini. “Kalau dibiarkan berlama-lama, tentu irigasi Kapalo Banda Lubuak Cimantuang yang terletak di Korong Sibaruas yang dibuat secara manual ini tidak bertahan lama. Untuk itu, saya berharap agar irigasi Kapalo Banda Lubuk Cimantuang ini cepat dibangun, karena sudah ada ang­garannya, meski begitu kita di DPRD akan tetap mengawasinya,” ulas Anggota Komisi II ini dengan senyum. (h/bus/hel)

Baca Juga : BMKG: Cuaca di Sejumlah Wilayah Sumbar Merata Hujan Ringan Siang-Sore Ini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]