Percepat Eksekusi Mati Duo Bali Nine


Selasa, 03 Maret 2015 - 19:21:53 WIB
Percepat Eksekusi Mati  Duo Bali Nine

Koordinator aksi, Adrian mengatakan, aksi ini adalah bentuk protes masyarakat atas sikap pemerintah Australia yang arogan dan seolah mengitervensi keputusan Presiden Jokowi untuk mengeksekusi mati dua terpidana narkoba dari negara kangguru tersebut.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

“Kita minta agar bapak-bapak di DPRD menyampaikan permintaan kita pada Presiden Jokowi agar jangan mau diintevensi, dan mempercepat proses hukuman mati dua terpidana narkoba itu,”  ucap Adrian.

Pemerintah, sebutnya, tak perlu takut  pernyataan Perdana Menteri Australia  Tony Abbot yang me­ngung­kit-ungkit bantuan pada Indo­nesia terkait tsunami Aceh. Dika­takannya,  sebagai rakyat  mere­ka sangat mendukung hukuman mati atas pengedar narkoba yang telah merusak Indonesia. Masalah ban­tuan, sebut Adrian, Indonesia  siap mengembalikan uang yang telah diberi Australia.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

“Pernyataan Perdana Menteri Australia yang menyebut-nyebut bantuan untuk Aceh, sangat melukai hati kami. Indonesia khususnya Aceh tidak pernah meminta bantuan kepada Australia. Hari ini  kita mengumpulkan koin untuk me­ngem­balikan bantuan yang telah diberikan saat tsunami Aceh tahun 2004 lalu,” papar Adrian.

Diana, dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Aceh mengatakan, Peme­rintah Australia  harus meminta maaf kepada Indonesia atas pernya­taan  yang telah ia keluarkan. Peme­rintah In­donesia diminta  agar tidak terpe­nga­­ruh dengan lobi-lobi peme­rintah Aus­tralia dalam masalah hukuman mati.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Ini Caranya

Menurutnya, keputusan hukum merupakan kedaulatan bangsa yang tidak boleh diintervensi oleh negara manapun.  Karena itu, Presiden RI Joko Widodo yang diharapkan bergeming terhadap intervensi asing dalam penegakan hukum.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim yang menemui ma­hasiswa bersama beberapa orang anggota DPRD menyatakan sangat mengapresiasi gerakan  yang dila­kukan oleh kelompok mahasiswa dan pelajar itu. Dikatakannya,  apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga : Vaksinasi di Padang Sudah Bergulir, Nakes: Rasa Cemas Tertular Covid-19 Berkurang

Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra, Hidayat me­nam­bahkan, DPRD Sumbar sepakat dengan pelaksanaan hukuman mati terhadap pengedar narkoba. Suara-suara mahasiswa yang memberikan dukungan tersebut akan disam­paikan kepada pemerintah pusat.

“ Tidak ada tawar menawar untuk pengedar narkoba. Kita se­pakat hukuman mati harus segera dilaksanakan,” tegasnya.

Sehubungan dengan aksi kumpul koin, sebagai bentuk dukungan pada pemerintah pusat  yang akan me­laksanakan eksekusi hukuman mati atas duo bali nine, Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwah Rahim dan anggota DPRD Sumbar Hidayat, Suwirpen Suib, Ismunandi Sofyan, dan Erman Mawardi turut  serta mengumpulkan koin.

Koordinator aksi Adrian me­ngatakan, mereka telah berhasil mengumpulkan sekitar Rp3 juta dalam aksi pengumpulan koin.  Direncanakan, dalam minggu ini, koin yang terkumpul  dikirimkan ke Presiden Joko Widodo untuk dibe­rikan kepada Australia. (h/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]